Terdapat kisah legenda dalam nasi jaha yang dimasak di buluh bambu.
Ronny Talapessy, pengacara dan kuasa hukum Richard Eliezer Pudihang Lumiu, Justice Collaborator (JC) dalam kasus pembunuhan berencana Brigadir Polisi Nofriansyah Yosua Hutabarat bercerita beberapa hal tentang kesukaan kliennya. Mulai hobi sampai makanan favorit. Disebut terakhir, antara lain adalah nasi jaha khas Manado.
Disimak dari tayangan YouTube dalam wawancara khusus oleh Kompas TV, Ronny Talapessy menyatakan bahwa kliennya terlihat begitu bahagia bila sudah dibawakan nasi jaha. Termasuk saat perayaan Natal tahun lalu (25/12/2022), sebelum sidang vonis Pengadilan Negeri Jakarta Barat (15/2/2023).
Disebutkan bahwa Richard Eliezer yang dipanggil keluarga intinya sebagai Adek, atau Icad, terkadang juga pesan kepada Ronny Talapessy yang sudah menganggapnya sebagai adik sendiri untuk dibawakan nasi jaha. Itu saja sudah lebih dari cukup.
Dikutip dari laman Kemendikbud, nasi jaha Minahasa termasuk dalam Warisan Budaya Takbenda Indonesia atau Intagible Heritage of Indonesia.
Dalam pengucapan dialek Indonesia Timur, termasuk Sulawesi Utara, pelafalan nasi jaha terkadang nasija saja. Atau disebut nasi jahe, karena nasi ini terbuat dari bahan beras ketan dibumbui jahe, garam, daun pandan, serta santan, lantas dimatangkan dalam buluh bambu dilapis daun.
Uniknya, nama nasi jaha berasal dari kata "nasi jahat" sebagaimana disebutkan dalam salah satu hikayat Sulawesi Utara. Kisahnya, terjadi pertikaian antarsuku dan saat salah satu suku membongkar kemah musuh untuk dimusnahkan, terdapat nasi tengah ditanak. Karena tentara merasa lapar, maka makanan pokok itu dimasak ulang setelah diremas santan kelapa agar melindungi lambung dari kemungkinan nasi diberi racun.
Sebagai hidangan khas Minahasa, nasi jaha bisa dijumpai di Kota Manado, Bitung, Tomohon, sampai di berbagai kawasan di Sulawesi Utara. Antara lain Kepulauan Sangihe dan Talaud, Bolaang Mongondow, sampai Gorontalo.
Berita Terkait
-
Kisah Ronny Talapessy, Kuasa Hukum Richard Eliezer Pilih Romo Magnis Sebagai Saksi Ahli dalam Sidang Pengadilan
-
Richard Eliezer Tetap Menjadi Anggota Polri, LPSK Berikan Catatan Ini
-
Richard Eliezer Tetap Jadi Anggota Polri, Lemkapi Sebut Sanksi Demosi Cukup Pantas dan Adil
-
Richard Eliezer Mendapatkan Sanksi Demosi dalam Sidang KKEP, Ini Artinya Menurut Kepolisian RI
-
Peran Richard Eliezer Sebagai JC Sudah Cukup Diapresiasi, Kultur Polri Sebagai Organisasi Profesional Mesti Dibangun
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
RUU Pemilu Harus Perkuat Peran Perempuan!
-
Update Gempa NTT: 75 Meninggal, 907 Luka, Gempa Susulan 3.752 Kali
-
Sangkar Emas dan Romansa Toxic: Membedah Era Revolusioner dalam Drama Blazing Elegance
-
Membaca Yuk Gaul! Jadi Orang Keren Tanpa Kehilangan Arah
-
Waspada 'Silent Killer', Begini Cara OMRON Pastikan Akurasi Cek Tensi Mandiri di Rumah
-
Saat Desain Harus Bisa Dirasakan: Filosofi di Balik Galaxy Z Fold8 dan Galaxy Watch
-
4 Inspirasi OOTD Cha Woo Min dengan Gaya Casual Streetwear yang Kekinian!
-
Jakarta Kirim Bantuan Rp5,8 Miliar untuk Korban Gempa NTT, Dikirim Lewat Udara dan Laut
-
Gubernur Khofifah Dorong Penguatan Kerja Sama Jatim-Singapura di Bidang Investasi dan SDM
-
Rudiansyah Jadi 'Superman' Lawan Karhutla, Mengapa Kebakaran Hutan dan Lahan Terus Berulang?