/
Senin, 27 Februari 2023 | 10:52 WIB
Nasi Jaha ((Antara))

Terdapat kisah legenda dalam nasi jaha yang dimasak di buluh bambu.

Ronny Talapessy, pengacara dan kuasa hukum Richard Eliezer Pudihang Lumiu, Justice Collaborator (JC) dalam kasus pembunuhan berencana Brigadir Polisi Nofriansyah Yosua Hutabarat bercerita beberapa hal tentang kesukaan kliennya.  Mulai hobi sampai makanan favorit. Disebut terakhir, antara lain adalah nasi jaha khas Manado.

Disimak dari tayangan YouTube dalam wawancara khusus oleh Kompas TV, Ronny Talapessy menyatakan bahwa kliennya terlihat begitu bahagia bila sudah dibawakan nasi jaha. Termasuk saat perayaan Natal tahun lalu (25/12/2022), sebelum sidang vonis Pengadilan Negeri Jakarta Barat (15/2/2023).

Disebutkan bahwa Richard Eliezer yang dipanggil keluarga intinya sebagai Adek, atau Icad, terkadang juga pesan kepada Ronny Talapessy yang sudah menganggapnya sebagai adik sendiri untuk dibawakan nasi jaha. Itu saja sudah lebih dari cukup.

Dikutip dari laman Kemendikbud, nasi jaha Minahasa termasuk dalam Warisan Budaya Takbenda Indonesia atau Intagible Heritage of Indonesia.

Dalam pengucapan dialek Indonesia Timur, termasuk Sulawesi Utara, pelafalan nasi jaha terkadang nasija saja. Atau disebut nasi jahe, karena nasi ini terbuat dari bahan beras ketan dibumbui jahe, garam, daun pandan, serta santan, lantas dimatangkan dalam buluh bambu dilapis daun.

Uniknya, nama nasi jaha berasal dari kata "nasi jahat" sebagaimana disebutkan dalam salah satu hikayat Sulawesi Utara. Kisahnya, terjadi pertikaian antarsuku dan saat salah satu suku membongkar kemah musuh untuk dimusnahkan, terdapat nasi tengah ditanak. Karena tentara merasa lapar, maka makanan pokok itu dimasak ulang setelah diremas santan kelapa agar melindungi lambung dari kemungkinan nasi diberi racun.

Sebagai hidangan khas Minahasa, nasi jaha bisa dijumpai di Kota Manado, Bitung, Tomohon, sampai di berbagai kawasan di Sulawesi Utara. Antara lain Kepulauan Sangihe dan Talaud, Bolaang Mongondow, sampai Gorontalo.

Load More