Baru-baru ini beredar kabar yang mengklaim Prabowo Subianto jual kekayaan hutan Indonesia ke China. Klaim tersebut juga menyebut investor Tiongkok ambil alih PT Kertas Nusantara.
Klaim Prabowo jual kekayaan hutan Indonesia ke China beredar melalui unggahan media sosial Facebook. Klaim tersebut juga seolah menyebut Prabowo antek asing.
“ANTEK ASING!
PRABOWO JUAL KEKAYAAN HUTAN INDONESIA KE CHINA
Investor Tiongkok Ambil Alih PT Kertas Nusantara” tulis narasi unggahan akun Facebook tersebut dikutip dari turnbackhoax.id.
Lantas benarkah Prabowo jual kekayaan hutan Indonesia ke China? selengkapnya tentang benar atau tidaknya klaim tersebut akan terjawab melalui artikel ini.
Penjelasan Cek Fakta
Unggahan salah satu akun Facebook berisi klaim Prabowo Subianto menjual kekayaan hutan Indonesia ke China.
Unggahan akun Facebook tersebut juga menyebut investor asing dari China mengambil alih perusahaan kertas bernama PT Kertas Nusantara milik Prabowo Subianto.
Klaim tersebut faktanya adalah tidak benar. Dikutip dari Jawapos.com, pada tahun 2017 ada empat investor dari Tiongkok yang sedang berkunjung Kabupaten Berau Kalimantan Timur.
Mereka sempat melirik PT Kertas Nusantara untuk diambil alih. Namun rencana itu tidak pernah terealisasi hingga sekarang.
“Sampai sekarang saya belum dilapori soal itu, karena yang saya tahu baru sebatas Pak Menko Kemaritiman sedang mengutus stafnya ke Berau bersama investor asal Tiongkok untuk menunjang peluang investasi,” kata Bupati Berau, Muharram tahun 2017.
Setelah dilakukan penelusuran lebih lanjut, Prabowo Subianto membeli Kiani Kertas dari Bob Hasan menggunakan pinjaman senilai Rp 1,8 triliun dari Bank Mandiri.
Kondisi perusahaan saat itu sedang terancam bangkrut karena kredit macet. Kemudian Prabowo mengubah nama perusahaan itu menjadi Kertas Nusantara.
Namun setelah perusahaan dibeli, Prabowo juga tak kunjung menyelesaikan kredit Kiani. Sehingga membuat beberapa investor asing tertarik mengambil alih.
Prabowo mengatakan membutuhkan suntikan modal US$ 50 juta untuk menjalankan pabrik kertas tersebut.
Dikutip dari Tempo, Prabowo mengatakan tidak ingin perusahaan itu lepas ke tangan asing dan tetap berada di tangan pribumi.
Kesimpulan
Berita Terkait
-
Jejak Digital Anies Baswedan Diperlihatkan Kapolri, Ternyata Anies Kaum PKI Sadis, Benarkah?
-
PSSI Resmi Keluar dari AFF, Erick Thohir Bawa Timnas Indonesia Gabung ke EAFF, Benarkah?
-
Anies Baswedan Korupsi Dana APBD DKI Jakarta Rp2,3 Triliun, KPK Gerak Cepat Jemput Paksa, Benarkah?
-
Gerindra, PAN, Golkar dan PKB Dukung Prabowo Jadi Presiden, Sandiaga Uno: Harga Murah, Kerja Mudah dan Hidup Berkah
-
Tanggapan Jokowi Usai Golkar-PAN Dukung Pencapresan Prabowo: Urusan Mereka, Saya Bukan Ketua Partai
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
Terkini
-
Kecelakaan Maut Bekasi Timur: Mengapa Sistem Keamanan Kereta Gagal Mengadang Tragedi?
-
Prabowo Gebrak Hilirisasi Fase II Senilai Rp116 Triliun: Jalan Tunggal Menuju Kemakmuran!
-
Tak Hanya Kekerasan Anak, LPSK Endus Dugaan Penipuan hingga Malapraktik di Daycare Little Aresha
-
Tak Sekadar Jejak Pesawat, Contrails Ternyata Berdampak pada Iklim: Kok Bisa?
-
IKI April 2026 Bertahan di Level Ekspansi 51,75 Meski Bayang-bayang Global Menghantui
-
Target 120 Juta Motor Listrik Dinilai Belum Realistis, IESR Soroti Infrastruktur dan Beban Fiskal
-
Kekuatan Vietnam Bertambah, Striker Ganas Asal Brasil Resmi Dinaturalisasi
-
KAI Akan Tutup Perlintasan Tak Penuhi Syarat Keselamatan, Termasuk yang Dibuka Warga
-
Hyundai STARGAZER Tembus Tiga Besar Pasar MPV Keluarga Indonesia
-
BUMN Ini Sulap Kampung Mutus Jadi Mandiri, Ekonomi Warga Melejit 87,5 Persen