Suara.com - Perludem meluncurkan the Elections Application Program Interface (API Pemilu). API Pemilu akan membuat informasi penting soal pemilu yang didapat secara gratis, mudah diakses, dan dapat digunakan oleh pengembang aplikasi. Program ini untuk pertama kalinya ada di Indonesia melalui aplikasi web dan mobile.
“Dengan API Pemilu, para pengembang dapat menciptakan berbagai cara yang lebih menarik para pemilih untuk menerima informasi penting terkait pemilu,” kata Ketua Perludem Didik Supriyanto, dalam siaran pers, Rabu (19/2/2014).
Kata Didik, API Pemilu berlandaskan pada open data untuk informasi pemilu di Indonesia yang akan digunakan sebagai media yang menyediakan banyak aplikasi dan website untuk kemudahan dalam mengakses data Perludem secara gratis dan terbuka. API Pemilu akan menyediakan informasi terbaru sepanjang pemilu legislator dan presiden tahun 2014.
Perludem berharap, API Pemilu ini akan menjadi titik rujukan utama (one-stop reference point) untuk informasi pemilu di Indonesia. API Pemilu akan digunakan dengan berbagai cara yang kreatif melalui aplikasi mobile dan web untuk memberikan informasi kepada masyarakat. Melalui data Perludem yang gratis dan terbuka, API Pemilu menawarkan kemudahan dalam berbagi data, mengorganisasi data, dan pengolahan dengan aplikasi dari pihak ketiga mengenai informasi pemilu yang tersedia untuk masyarakat.
Untuk permulaan, API Pemilu akan menyediakan informasi biografi kandidat, akses terhadap peta daerah pemilihan yang paling detil, informasi pada kalender pemilu, dan informasi penting untuk pemilih dalam format “tanya jawab” secara detil dan melalui pemeriksa legislasi. Data yang tersedia di API Pemilu akan rutin diperbarui dan dilengkapi seiring masa pemilu.
Berita Terkait
-
Pertarungan di Senayan: Menghapus Ambang Batas Parlemen Demi Suara Rakyat atau Stabilitas Politik?
-
Perludem Soroti Dampak Ambang Batas Parlemen: 17 Juta Suara Terbuang dan Partai Tak Menyederhana
-
'Ruangnya Dibuka Seluas-luasnya': DPR Respons Positif Usulan Sistem Pemilu dari Perludem
-
Pemisahan Pemilu, Bakal Jadi Jalan Baru Menuju Demokrasi Substansial?
-
MK Pisahkan Pemilu Nasional dan Lokal, Bisakah Jabatan Anggota DPRD Diperpanjang?
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- 31 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 10 Maret 2026: Sikat Diamond, THR, dan SG Gurun
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- Promo Alfamart dan Indomaret Persiapan Hampers Lebaran 2026, Biskuit Kaleng Legendaris Jadi Murah
Pilihan
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
-
Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Trump Ancam Timnas Iran: Mundur dari Piala Dunia 2026 Kalau Tak Mau Celaka
-
Eksklusif! PowerPoint yang Dibuang Trump Sebabkan Tentara AS Mati
Terkini
-
KontraS Desak Aparat Usut Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus, Ada Upaya Pembungkaman?
-
DPR Dorong STIA LAN Bandung Bangun Laboratorium AI dan Big Data untuk Cetak ASN Digital
-
Dukcapil Temukan Nama dengan 79 Huruf: Terlalu Panjang untuk Kolom KTP!
-
Suplai Minyak AS Terancam? Trump: Kapal Minyak Harus Punya Nyali, Terjang Selat Hormuz!
-
Respons Aksi KPK, DPR: OTT Itu Penting, Tapi Penyelamatan Uang Negara Jauh Lebih Utama
-
Daftar Negara Korban Jalur Neraka Selat Hormuz, Bikin Ekonomi Kacau Imbas Perang Iran
-
Rismon Sianipar Mundur dari Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Kubu Roy Suryo Cium Aroma Kejanggalan
-
Yaqut Disebut 'Getok' Rp84 Juta Per Jemaah Haji Khusus
-
CCTV di Salemba Disisir, Polisi Buru Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus
-
H-8 Lebaran 2026: 45 Ribu Pemudik 'Serbu' Stasiun Jakarta, 721 Petugas Gabungan Siaga