Suara.com - Kejantanan sudah lama diidentikkan sebagai salah satu unsur yang dimiliki seorang pemimpin. Maka, jika kemudian ada pihak yang ingin menjual obat penambah kejantanan semacam Viagra, masuk akal jika nama atau sosok yang dinilai paling efektif untuk menjualnya adalah pemimpin negara adidaya Amerika Serikat (AS), Barack Obama.
Itulah yang antara lain ditemukan belakangan di beberapa kawasan di Asia. Salah satunya adalah di Pakistan. Tepatnya, di salah satu bagian negeri itu, belakangan banyak ditemukan beredar kemasan pil-pil ala Viagra dengan merek "Aobama", lengkap bergambar wajah Obama mengenakan jas dengan pistol ala James Bond di tangan.
Sebagaimana laporan yang dikutip dari AFP, konon kemasan pil-pil biru yang diklaim bisa mengatasi disfungsi ereksi itu diselundupkan ke Pakistan, tepatnya ke wilayah Pashtun yang bertetangga dengan Afghanistan. Tentu saja, kendati cukup laku, khasiat pil-pil itu layak diragukan, karena tidak diketahui jelas produsennya --meski tampak ada semacam tulisan Cina-- serta terbuat dari bahan apa.
"Generasi muda menggunakan Viagra lantaran aksi terorisme dan pengangguran. Serangan-serangan bom telah membuat mereka begitu depresi. Dan karena itu, mereka merasakan ada kelemahan dalam kehidupan rumahtangganya," ungkap Dr Samiullah Khan dari Paskistan.
Sementara itu, warga memiliki pandangan yang beragam tentang keberadaan pil-pil tersebut.
"Orang-orang menggunakannya karena pil-pil ini memiliki beberapa karakteristik," tutur warga lokal, Ehsan Ullah, seperti ditulis AFP.
"Pil-pil itu membantu siapa pun yang tak mampu melakukan hubungan seks. Bisa membantu rentang waktu (berhubungan) terutama bagi mereka yang selama ini banyak melakukan masturbasi. Jadi, pil-pil itu digunakan untuk memperpanjang periode hubungan seksnya, menjadi 30 menit hingga 1 jam," tambahnya pula.
"Memprihatinkan sekali mengetahui toko-toko menjual pil-pil semacam ini... Ini sesuatu yang salah, dan pemerintah harus melarangnya. Pil-pil itu telah melumpuhkan organ seks banyak laki-laki, bahkan juga melumpuhkan kaki orang," ujar warga lainnya, Saeed Ahmed, dalam komentar berbeda.
Obat-obatan resmi untuk mengatasi disfungsi ereksi sendiri, diketahui memang dilarang dijual di Pakistan. Sementara, pil-pil ala Viagra yang beredar di tengah masyarakat ini diketahui bertarif 1 dolar AS (Rp12.000) per kotak yang berisikan empat pil.
Nyatanya, dalam penelusuran lebih jauh, pil ala Viagra bergambar Obama tak hanya ditemukan di Pakistan, tetapi juga di Cina. Seperti misalnya dipublikasikan di Chinanon-stop.com, di negeri itu juga beredar produk obat anti-disfungsi ereksi yang bergambar Obama (dengan versi lain). Oleh penjual di kios obat tradisional yang ditemui, menurut sang penulis, obat itu bahkan dipromosikan lebih "tokcer" ketimbang pil sejenis berlabel Bill Clinton. (News.com.au/Chinanon-stop.com)
Berita Terkait
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Redam Konflik Berdarah, PBB Sambut Baik Jeda Pertempuran Afghanistan-Pakistan Jelang Lebaran
-
Selamat Tinggal Mobil Dinas Baru: Strategi Ekstrem Prabowo Tiru Pakistan Hadapi Krisis BBM
-
Prabowo Kaji Pemotongan Gaji Menteri dan Anggota DPR, Tak Boleh Beli AC dan Mobil
-
Gaji Anggota DPR Dipotong, Menteri dan Stafsus Tak Terima Gaji: Cara Pakistan Atas Krisis Energi
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 9 HP Gaming Terjangkau Rekomendasi David GadgetIn Buat Lebaran 2026, Performa Kencang!
- Apa Jawaban Minal Aidin Wal Faizin? Simak Arti dan Cara Membalasnya
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Libur Lebaran 2026: Ragunan Diserbu Wisatawan, Targetkan 400 Ribu Pengunjung
-
Duduk Perkara Benjamin Netanyahu Bandingkan Yesus vs Genghis Khan
-
Kepadatan Kendaraan Menuju Puncak Bogor Meningkat 50 Persen, Satu Arah Diberlakukan Sejak Pagi
-
Lalu Lintas Kendaraan di Tol Jabodetabek dan Jawa Barat Masih Tinggi Pasca Lebaran
-
Seberapa Penting Selat Hormuz untuk Dunia?
-
Strategi Mengerikan Perang Iran, Makin Ganas Hingga Diprediksi Akan Kalahkan AS - Israel
-
Preseden Buruk Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah, ICW Sebut Dewas Harus Periksa Pimpinan KPK
-
4 Anggota BAIS TNI Terlibat Teror Air Keras, DPR Desak Pengusutan Transparan
-
Jet Siluman Amerika Serikat Seperti Pesawat Mainan, Dipecundangi Iran Sampai Rontok
-
Krisis Iklim Menguat, Indonesia Butuh Komitmen Politik Kuat untuk Memitigasinya