Suara.com - Kasus dugaan mark up pengadaan Bus Transjakarta dan Bus Kota Terintegrasi Bus Transjakarta (BKTB) yang karatan beberapa waktu lalu kini tengah ditangani Komisi pemberantasan Korupsi. Ahok menyatakan, KPK tidak perlu melakukan penggeledahan untuk mendalami materi pemeriksaan terhadap kasus ini. Kalau diminta, Ahok akan memberikan semua data ke KPK.
"Enggak usah geledah-geledah. Sama aku mah aku kasih saja. Nanti lu (wartawan) ribut lagi KPK datang geledah-geledah. KPK datang ke saya juga kamu enggak tau kalau itu orang KPK," katanya.
Sementara itu Inspektorat DKI Jakarta melalui keterangan pers menyatakan, prosedural tender bus karatan ini sudah sesuai. Selain itu, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) juga menyampaikan hasil yang sama. Namun, Ahok menginginkan hal itu dikaji lebih dalam.
Sebab, menurut Ahok, kasus pengadaan bus karatan ini bisa merujuk kasus yang pernah terjadi, yaitu dalam kasus dugaan korupsi dana pengadaan bus Transjakarta Koridor I Jurusan Blok M-Kota dengan tersangka Mantan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Rustam Effendi Sidabutar.
"Kita mau (kasus ini) dikaji sesuai pembenaran si Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) segala macam, karena dari dulu seperti kasusnya Damkar, karena semua prosedural sama. Nanti kalau sudah terbuka, kenapa anda mematok harga segitu murah apa DPRD sengaja mematok harga segitu supaya yang lain enggak bisa masuk," terang Ahok.
"Prinsip dasarnya sama, kalau KPK yang menangani semua, lengkap semua, dia akan ngomong duitnya akan kesini-kesini, kan triliunan ini kan Rp 3 triliunan. Tapi duitnya kan belum sempet (mengalir), tapi ini bisa merujuk ke yang dulu-dulu," tambahnya.
Berita Terkait
-
Rute Transjakarta PIK 2Blok M Jadi Primadona, Tembus 1,4 Juta Penumpang dalam Setahun
-
Kaca Pecah, Bus Transjakarta Ditabrak Sesama Armada di Depo Kampung Rambutan
-
Viral Dugaan Jual Beli Kartu Layanan Gratis TransJakarta, Pemprov Selidiki
-
Transjakarta Tutup Halte Kebon Sirih Arah Selatan Mulai Jumat Malam, Ini Pengalihannya
-
Imbas Proyek LRT Fase 1B, Halte Transjakarta Manggarai Ditutup
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
Terkini
-
IMM Minta Polemik Sapi Kurban Presiden Prabowo Disudahi: Tak Langgar Aturan dan Banyak Manfaatnya
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS Tiba-tiba Serang Iran, IRGC Balas Hantam Pangkalan Udara di Kuwait!
-
Tragedi TV Tabung di Atas Kepala Siswi SD, Akhir Tragis JN di Tangan Pemuda Haus Darah
-
Satu Keluarga Rugi Rp700 Juta, Jemaah Hanania Travel Geruduk Polda Metro Jaya
-
Siapa Dalangnya? Polisi Kumpulkan Bukti Dugaan Pembubaran Ibadah di Gereja Sewon Bantul
-
Harta Karun RI Nyaris Lenyap, TNI AL Sergap 25 Kontainer Mineral Ilegal di Batam
-
Tak Peduli Lokasi Munas, HIPMI Jaya: Di Mana Pun Oke, Yang Penting Jangan Pecah!
-
Aksi Kamisan di Istana: Menagih Janji Negara yang Hobi Lupa pada Korban Penghilangan Paksa
-
PKS Salurkan Hewan Kurban hingga ke Wilayah Bencana Banjir Sumatra