Suara.com - Dari hasil pemeriksaan terakhir yang dilakukan penyidik Polda Metro Jaya, Brigadir S menyebut kalau aksinya menembak kepala komandannya, AKBP Pamudji, dilakukan secara spontan.
"Tersangka melakukan penembakan terhadap AKBP Pamudji secara spontan, tidak ada rencana sebelumnya," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Komisaris Besar Polisi Rikwanto, Selasa (25/3/2014), di Mapolda Metro Jaya.
Rikwanto sekaligus memastikan jika tersangka tidak mendapat perintah dari orang lain.
"Memang melakukan penembakan atas inisiatif dirinya sendiri yang merasa kesal karena telah beberapa kali ditegur oleh korban," tambahnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Brigadir S baru mengakui perbuatannya saat diuji dengan alat pendeteksi kebohongan. Aksinya itu baru diakui pada uji coba kedua.
Alat deteksi kebohongan tersbeut digunakan karena Brigadir S terus bercerita kalau AKBP Pamudji bunuh diri dengan menembakkan pistol ke kepalanya sendiri di ruang piket Yanma Polda Metro Jaya pada Selasa (18/3/2014) pekan lalu.
Belakangan hasil uji lab dan autopsi membuktikan Brigadir S sebagai tersangka utama pelaku penembakan.
Brigadir S dijerat dengan pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal lima belas tahun penjara.
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Rambah Cempaka: Perempuan yang Bersemayam di Batu Lumpang
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
Terkini
-
Penghormatan Terakhir Presiden Prabowo untuk Mantan Menhan Ryamizard
-
Invasi Jauh ke Lebanon Selatan, Israel Klaim Rebut Benteng Beaufort
-
Yasinta Moiwend: Perempuan Adat Papua Konsisten Suarakan Lingkungan, Hingga Polemik Pesta Babi
-
TPS Tambora Uji Coba Eco Lindi untuk Atasi Bau Sampah dan Gas Metana
-
Ledakan Bubuk Mesiu Hancurkan Desa di Myanmar, 55 Orang Tewas
-
Disambut Menhan Sjafrie, Prabowo Beri Penghormatan Terakhir untuk Jenderal Ryamizard di Kemhan
-
Warga Teriak Minta Tolong! 9 Nyawa Lolos dari Maut saat Rumah Dinas TPU Kebon Nanas Terbakar
-
Mimpi Nikah Kandas! Pasutri WO Jaktim Penipu Rp2,6 M Ditahan usai Jerat 58 Pasangan
-
Biadab! Biksu 71 Tahun Pengurus Pohon Suci Budha Lecehkan Gadis 11 Tahun
-
Menaker: Sertifikasi Kompetensi Diberikan Gratis bagi Alumni MagangHub di 21 Balai Pelatihan Vokasi