News / Internasional
Senin, 05 Mei 2014 | 12:56 WIB
Ilustrasi. (Shutterstock)

Suara.com - Cina menjatuhkan vonis penjara 10 tahun kepada seorang warga yang membocorkan dokumen dan rahasia militer kepada mata-mata asing. Tidak disebutkan negara mana yang mendapat bocoran rahasia Cina tersebut.

Orang bermarga Li tersebut didekati oleh agen intelijen asing melalui sebuah media sosial populer. Menurut China Daily, kepada agen asing itu Li membocorkan 13 dokumen rahasia tingkat dua Cina. Di Cina, ada tiga tingkatan rahasia militer. Tidak hanya itu, ternyata Li juga membeberkan 10 informasi rahasia tingkat tiga negara tersebut.

Dokumen tersebut berisi jurnal militer rahasia serta informasi terkait markas militer di Provinsi Guangdong, Cina bagian selatan. Namun, China Daily tidak menyebutkan negara yang mendapat bocoran rahasia tersebut.

Sementara itu, menurut People's Daily, Li sedang bekerja di sebuah kota di kawasan pesisir saat seorang yang mengaku perempuan menghubunginya melalui layanan perpesanan berbasis internet Cina, QQ. Selama sebulan mereka menjalin pertemanan. Ternyata, orang yang disebut People's Daily sebagai "mata-mata dari luar perbatasan Cina" itu adalah laki-laki.

Si mata-mata menggunakan nama julukan "Flying Brother". Orang ini memberikan sejumlah uang kepada Li untuk berlangganan publikasi militer rahasia melalui Perpustakaan Nasional Cina.

Kepada "Flying Brother", Li membocorkan informasi pembangunan markas militer dan gambar-gambar peralatan militer. Menurut People's Daily, "Flying Brother" menyasar para pehobi militer di dunia maya. Orang ini merekrut sedikitnya 40 orang di seluruh Cina untuk memberinya informasi militer. (Reuters)

Load More