Suara.com - Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan bersama lembaga perlindungan dan pendampingan korban kekerasan terhadap perempuan dan anak Nurani Perempuan Women Crisis Center (NPWCC) menggelar kampanye penghentian kekerasan seksual bertajuk "Sister in Danger" di SMA Pertiwi, Padang, Sumatera Barat, Sabtu (10/5/2014).
"Kampanye ini digelar agar para remaja, khususnya perempuan bisa mengenali bentuk-bentuk kekerasan seksual yang rentan terjadi di lingkungan mereka sehingga para remaja dapat lebih waspada," ujar Ketua Sub Komisi Pengembangan Sistem Pemulihan Komnas Perempuan, Sri Nurherwati.
Acara tersebut digelar dengan cara penampilan grup musik Simponi diselingi dengan berbagai diskusi. Para remaja dibekali dengan pengetahuan bentuk kekerasan seksual terhadap perempuan, pelaku, serta lingkungan yang berpotensi terjadi.
"Selama ini, kasus kekerasan terhadap perempuan umumnya terjadi terhadap para remaja," tambahnya.
Berdasarkan catatan Komnas Perempuan, sebanyak 279.760 kasus kekerasan terhadap perempuan terjadi sepanjang tahun 2013. Dari jumlah ini, 2.995 kasus kekerasan seksual terjadi di mana pelakunya masih memiliki hubungan kekerabatan dengan korban. Sementara 2.634 kasus terjadi dengan pelaku orang yang tidak memiliki hubungan keluarga atau komunitas serta di satu persen terjadi di ranah negara.
Komnas Perempuan merekomendasikan agar kebijakan komprehensif yang mengatur mengenai penanggulangan kekerasan seksual yang mencakup sistem pencegahan, penghukuman bagi pelaku dan rehabilitasi bagi korban, termasuk mekanisme pencegahan di lembaga-lembaga negara.
"Pihak kepolisian juga harus memberikan ruang khusus bagi korban palayanan kekerasan seksual dan menyegerakan penyelesaian kasus ada dan mengutamakan pemulihan korban," ujarnya.
Sementara, Direktur NPWCC Padang Yefri Hariani menyebutkan sejak Januari hingga April sudah terjadi 32 kasus kekerasan terhadap perempuan di Sumatera Barat. Para korban umumya masih berstatus pelajar.
"Kampanye bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada remaja tentang maraknya kasus kekerasan seksual yang terjadi di lingkungan sekitar sehingga bisa mereka lebih waspada," katanya.
Kampanye Anti Kekerasan Seksual ini juga dilakukan di 16 sekolah/kampus di 10 kota di Banten-Sumatera, yakni di Serang (Banten), Bengkulu (Bengkulu), Lampung (Lampung), Padang dan Bukittingi (Sumatera Barat), Labuhan Selatan, Rantau Prapat dan Medan (Sumatera Utara), Banda Aceh (NAD) dan Palembang (Sumatera Selatan). (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
- 4 Shio Beruntung Hari ini 21 Agustus 2026 yang Diprediksi Terbebas dari Masalah Keuangan
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Prabowo ke Lokasi Karhutla Kubu Raya, Lihat Api dari Dekat Tanpa Masker Begini Arahannya
-
Review Bartender Glass of God: Mengobati Luka Jiwa Lewat Segelas Koktail
-
Sejumlah Kelompok Mahasiswa Tak Ikut Rencana Demo AMPB di Jakarta
-
Seminggu Gempa NTT: Warga Pelosok Hanya Terima Segelas Beras, Sebutir Telur, dan Mi Instan
-
Tak Perlu Bolak-balik Atur Volume, Huawei FreeClip 2 S Andalkan AI
-
Pasien Depresi di Gresik Dirudapaksa di Gubuk Sawah Berkedok Pengobatan Alternatif
-
Stok Bantuan Gempa NTT Masih 577 Ton, BNPB Siapkan Tambahan Distribusi Udara
-
Pakar UMY Ingatkan Risiko Salah Sasaran Bansos Jika Desil DTSEN Jadi Patokan Mutlak
-
Bukan Menolak Warga Pati, YLBHI Buka Suara soal Tak Izinkan Bermalam di Diponegoro 74
-
Kabut Asap Kepung Kubu Raya, Presiden Prabowo Tinjau Karhutla di Tengah Udara 'Sangat Tidak Sehat'