Suara.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menawarkan bantuan kepada Vietnam untuk menjembatani komunikasi dengan pihak Cina terkait perkembangan terakhir di Laut Cina Selatan.
Hal itu disampaikan oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) Marty Natalegawa seusai mendampingi Presiden Yudhoyono melakukan pertemuan bilateral dengan PM Vietnam Nguyen Tan Dung di sela-sela Pertemuan Puncak ke-24 ASEAN di Nay Pyi Taw, Myanmar, Minggu (11/5/2014).
"Vietnam menyambut baik tawaran Bapak Presiden itu. Jadi tadi dalam pertemuan, Menlu Indonesia diinstruksikan untuk segera mungkin menghubungi Menlu Tiongkok (Cina) untuk menyampaikan keprihatinan dan harapan agar masalah ini bisa dikelola dengan baik dan tidak dibiarkan berkembang menjadi krisis yang lebih besar," kata Menlu merujuk pada insiden tabrakan antara kapal Cina dan Vietnam di kawasan sengketa.
Menurut Menlu, dalam pertemuan bilateral itu Presiden Yudhoyono menegaskan kembali keprihatinan Indonesia atas situasi yang berkembang di Laut Cina Selatan. Ia menilai ketegangan di kawasan itu sama sekali tidak bisa diselesaikan melalui penggunaan kekuatan dan kekerasan.
"Justru sebaliknya memerlukan penyelesaian secara damai sesuai prinsip-prinsip dalam COC (Tata Perilaku/Code of Conduct)," katanya.
Sebelumnya dalam forum retreat Pertemuan Puncak ke-24 ASEAN, Presiden juga menggarisbawahi bahwa sebenarnya bangkitnya Cina merupakan suatu peluang bagi ASEAN, bukan sesuatu yang harus dilihat sebagai tantangan.
"Kita punya komitmen yang sama terhadap situasi di Laut Timur dan Laut Tiongkok Selatan, begitu juga dengan penanganannya yang harus damai. Apapun harus diselesaikan dengan damai secara politik dan menghindari penggunaan kekuatan militer," tambahnya.
Sementara itu PM Nguyen Tan Dung, kata Menlu, mengklaim bahwa saat ini terdapat hampir 83 kapal Cina yang mengawasi kegiatan pengeboran gas dan minyak di Zona Eksklusif Ekonomi (ZEE) dan landasan kontinen Vietnam. Disampaikan pula bahwa sempat terjadi insiden dorong-mendorong antara kedua belah pihak.
Menurut penuturan Menlu, Vietnam mengaku telah menawarkan kepada Beijing untuk membahas masalah ini dengan PM Cina. Namun, disebutkan bahwa belum tepat waktunya untuk mengadakan komunikasi seperti itu.
Turut mendampingi Presiden Yudhoyono dalam pertemuan itu antara lain Menko Kesra Agung Laksono, Menlu Marty Natalegawa, dan Mendag Muhammad Lutfi. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
Terkini
-
Drama Wheelie di Prancis! Kiara Ramadhipa Ngamuk Salip 7 Pembalap, Amankan 5 Besar Moto3
-
Rindekraf 2026-2045 Ditetapkan Sebagai Peta Jalan Nasional Sektor Ekonomi Kreatif
-
Ini Kecanggihan Jet Tempur F-35 yang Mau Dibeli Turki dari AS, Bikin Israel Gemetar
-
3 Serum Viva untuk Mencerahkan Wajah dengan Review Positif, Cuma Rp20 Ribuan Auto Glowing
-
Aksi Jemput Bola Mahasiswa KKN: Turun Langsung Cek Kesehatan Warga Reuhat Tuha
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Ulasan Novel Suicide Knot, Misteri Kode Rahasia di Balik Live Kematian Anne
-
Puluhan Ribu Xpeng X9 Kena Recall Akibat Masalah Suspensi Udara Begini Nasib Unit di Indonesia
-
Usai Jadi Sorotan Nasional, SDN Tanggirejo Akhirnya Direvitalisasi
-
PR Timnas Indonesia Usai Pesta Gol ke Gawang Kamboja, John Herdman Wanti-wanti Ini