Suara.com - Presiden Myanmar, Thein Sein, mendesak rekannya para kepala negara se-Asia Tenggara untuk menyepakati inisiatif-inisiatif yang akan meningkatkan peran perempuan dan anak-anak di kawasan ini. Hal itu diungkapkannya pada pembukaan KTT ke-24 ASEAN, di mana salah satu agendanya adalah membahas Visi Komunitas ASEAN pasca-2015.
"Saat ini, kami memberikan perhatian khusus pada peran perempuan dan anak-anak, dan saya menyambut baik inisiatif nyata (yang telah dilakukan)," kata Presiden Myanmar itu dalam pidato sambutannya, saat membuka pertemuan puncak KTT ke-24 ASEAN di Nay Pyi Taw, Myanmar, Minggu (11/5/2014).
Thein Sein menyatakan mengapresiasi kolaborasi antara Komisi ASEAN untuk Promosi dan Perlindungan Hak-hak Perempuan dan Anak-Anak dengan Organisasi-organisasi Masyarakat Sipil, terutama dalam menerapkan Deklarasi Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak-anak di ASEAN melalui dialog antara lembaga swadaya masyarakat dan organisasi masyarakat sipil.
Ia menilai, upaya itu selaras dengan target-target Tujuan Pembangunan Milenium (MDGs), serta penting bagi upaya melipatgandakan pertumbuhan ekonomi dan mengurangi kemiskinan sebesar 50 persen pada 2030 yang diusung oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Dalam pidatonya, Presiden Myanmar juga menyampaikan bahwa Pemerintah Myanmar selaku Ketua ASEAN 2014 mengusung empat prioritas yang akan diwujudkan sepanjang 2014. Yang pertama yaitu menyelesaikan langkah-langkah yang masih tersisa dalam upaya penerapan Cetak Biru Komunitas ASEAN, antara lain promosi tata kelola pemerintahan yang baik di ASEAN, serta menyelesaikan Perjanjian ASEAN untuk Perlindungan Pekerja Migran.
"Kedua, meningkatkan upaya lebih untuk mempromosikan ketahanan ekonomi dan pembangunan ekonomi ASEAN... yang dapat dicapai dengan mengambil langkah-langkah nyata untuk mendorong produktivitas, daya saing dan inovasi di ASEAN, terutama di tingkat usaha kecil dan menengah," katanya, seperti dilaporkan Antara.
Thein Sein juga menyampaikan bahwa inisiatif untuk menjaga inovasi dan daya saing ASEAN di tataran global, sudah digarisbawahi oleh Sultan Brunei dalam Pertemuan Puncak ke-22 ASEAN yang juga memperoleh dukungan seluruh anggota ASEAN.
Sementara prioritas ketiga, tambah Thein Sein, adalah konsolidasi bersama untuk menjawab isu-isu kawasan dan global yang menjadi perhatian bersama, dengan cara meningkatkan kerja sama dan koordinasi seluruh pemangku kepentingan.
"Terkait hal ini, kita perlu melakukan konsolidasi pada upaya bersama untuk mengatasi isu perubahan iklim, manajemen bencana, isu keamanan tradisional dan non-tradisional, serta hal-hal lain yang menjadi kepentingan bersama," katanya.
Prioritas keempat yang akan didorong Myanmar sepanjang 2014, menurut Thein Sein lagi, adalah melipatgandakan upaya untuk mengurangi kemiskinan, memperkuat jaring pengaman sosial, membangun identitas tunggal, serta membangun masyarakat yang harmonis dan mempromosikan kebersamaan dalam menikmati pertumbuhan ekonomi kawasan.
Pada kesempatan itu, Thein Sein yang mengenakan busana nasional Myanmar yaitu kain sarung berwarna kuning emas dan kemeja putih, mengatakan bahwa negara-negara Asia Tenggara yang telah berhasil mencatat pencapaian besar dalam hal integrasi kawasan dan meningkatkan citranya di dunia internasional, tidak boleh terlena dengan kesuksesan itu. Mereka menurutnya harus terus bekerja sama untuk mencapai misi, guna menciptakan komunitas yang damai, berpusat pada masyarakat, dinamis dan sejahtera.
Pertemuan Puncak KTT ke-24 ASEAN dihadiri oleh Sultan Brunei Hassanal Bolkiah, PM Kamboja, Presiden SBY, PM Laos Thongsing Thamavong, PM Malaysia Abdul Razak, PM Singapura Lee Hsien Loong, PM Vietnam Nguyen Tan Dung, Presiden Filipina Benigno Aquino III, serta utusan khusus Thailand yaitu Wakil PM Phongthepth Epkanjana. (Antara)
Berita Terkait
-
Perempuan yang Menyeret Rambutnya Tengah Malam di Kandang Ayam Lek No
-
Pemberdayaan Perempuan Picu Dampak Berantai
-
Siti Maimunah: Perlawanan Perempuan di Lingkar Tambang Adalah Politik Penyelamatan Ruang Hidup
-
Citi Indonesia Berikan Kunci Rahasa Wanita yang Sukses Berkarier
-
Kemenkes Akui Baru 60 Persen Puskesmas Tangani Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Pesawat Tanker AS Jatuh di Irak, Amerika Sebut Kecelakaan tapi Iran Klaim Ditembak Rudal
-
Kebakaran Hebat di Tambora Jakbar, 25 Rumah Hangus dan 206 Warga Terpaksa Mengungsi
-
Andrie Yunus Disiram Air Keras, Menko Yusril: Pola Serangan Terencana dan Terorganisir
-
Serangan Brutal AS-Israel Sengaja Targetkan Anak-anak, Kemenkes Iran Rilis Data Mengerikan
-
Pakar UGM Kritik Serangan AS ke Iran: Ada Standar Ganda Soal Nuklir Israel
-
Solidaritas Tanpa Batas: Warga Iran Tetap Bela Palestina di Tengah Gempuran Rudal AS-Israel
-
GMNI Kecam Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus, Minta Prabowo dan Kapolri Bertindak
-
TMP Bakal Dikelola Kemenhan, Gus Ipul Sebut Kemensos Tak Punya Kapasitas Cukup
-
Isu Sanksi AS Usai Indonesia Borong Rudal BrahMos Rp 5,9 Triliun, Pakar Buka Suara
-
Menteri HAM Kecam Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS, Minta Polisi Usut Tuntas