Suara.com - Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi), mengatakan bahwa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah mengizinkan dirinya untuk cuti guna mengikuti Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014.
"Bapak Presiden menyampaikan bahwa izin akan diberikan besok. Cepat sekali beliau memberikan izinnya," kata Jokowi, dalam konferensi pers di Kantor Presiden, Selasa (13/5/2014) siang, usai bertemu menyampaikan permohonan izin kepada Presiden SBY.
Jokowi mengatakan, izin itu bisa saja mulai berlaku besok pagi atau setelahnya. "Izinnya sampai selesai," ujarnya, menjawab pertanyaan berapa lama izin cuti itu akan diambil.
Ditambahkan Jokowi pula, selama dirinya dalam status izin cuti, maka secara otomatis Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) akan menggantikan posisi dirinya. "Otomatis," ucapnya singkat.
Jokowi menemui Presiden SBY di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, hari ini, sekitar pukul 13.00 WIB. Tiba dengan menggunakan mobil warna hitam sekitar pukul 12.45 WIB, Jokowi tampak mengenakan batik lengan panjang. Begitu tiba, Jokowi langsung dikerumuni wartawan yang telah menunggu.
Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi telah tiba sesaat sebelum kedatangan Jokowi. Namun, Gamawan enggan untuk menjelaskan lebih jauh. "Nanti aja, ya," katanya.
Seperti diketahui, Jokowi merupakan calon presiden (capres) yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), yang sejauh ini diketahui sudah menyatakan berkoalisi dengan Partai Nasdem dan PKB. Sementara itu, dalam UU No. 42/2008 tentang Pemilihan Presiden, kepala daerah yang maju untuk Pilpres disebut tidak perlu mengundurkan diri, melainkan cukup mengajukan izin cuti. (Antara)
Berita Terkait
-
PDIP Tegaskan Kedekatan Megawati-Prabowo Tak Ubah Sikap Tolak Pilkada Tidak Langsung
-
SBY Khawatir PD III, Pakar UMY Beberkan Bahaya Nyata yang Mengintai Indonesia
-
Kuasa Hukum Roy Suryo Cs: Pemeriksaan Tersangka Dugaan Fitnah Ijazah Jokowi Pakai SOP Solo!
-
Tim Peneliti Ijazah Jokowi Buka Suara, Sebut Dokumen KPU Harusnya Sah Diuji Publik
-
Anies Didorong Partai Gerakan Rakyat Maju Pilpres 2029, NasDem: Kita Belum Pikirin!
Terpopuler
- Mulai Tahun Ini Warga RI Mulai Frustasi Hadapi Kondisi Ekonomi, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- 34 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 Januari: Sikat TOTY 115-117 dan 20.000 Gems
- Deretan Mobil Bekas 80 Jutaan Punya Mesin Awet dan Bandel untuk Pemakaian Lama
- Jadwal M7 Mobile Legends Knockout Terbaru: AE di Upper, ONIC Cuma Punya 1 Nyawa
Pilihan
-
Rumor Panas Eks AC Milan ke Persib, Bobotoh Bersuara: Bojan Lebih Tahu Kebutuhan Tim
-
Ekonomi Tak Jelas, Gaji Rendah, Warga Jogja Berjuang untuk Hidup
-
Rebut Hadiah Berlimpah! Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel Jadi Penggerak Potensi Daerah
-
ASEAN Para Games 2025: Nurfendi Persembahkan Emas Pertama untuk Indonesia
-
Perbedaan Jaring-jaring Kubus dan Balok, Lengkap dengan Gambar
Terkini
-
Cincin Akik Hijau Jadi Sorotan, Diduga Hantam Wajah Brigadir Nurhadi Sebelum Tewas
-
28 Juta Warga Indonesia Berpotensi Alami Masalah Kesehatan Jiwa, Apa yang Terjadi?
-
Mendagri: Masa Tanggap Darurat Aceh Utara Bisa Diperpanjang
-
PDIP Tegaskan Kedekatan Megawati-Prabowo Tak Ubah Sikap Tolak Pilkada Tidak Langsung
-
Malam Ini, Banjir Jakarta Sudah Rendam Lebih dari 100 RT
-
Banjir Sebabkan Macet Parah di Jakarta, Polisi Sebut Tiga Titik Paling Krusial Ini
-
Pasutri Bandar Narkoba Dibekuk, Polda Metro Jaya Sita 1,2 Kg Sabu dan Ribuan Ekstasi
-
Banjir Sebetis di Pemukiman Belakang Kantor Wali Kota Jaksel, Selalu Datang Setiap Hujan Deras
-
Resmi Gabung Dewan Perdamaian Besutan Trump, Prabowo Ungkap Harapan dan Tujuan Indonesia
-
Keluhan Wali Murid di SD Negeri: Ketika Les Berbayar Jadi Beban Psikologis Anak