Suara.com - Ketua Jaringan Solidaritas Korban dan Keluarga Korban Untuk Keadilan, Sumarsih, meminta calon presiden Joko Widodo mau menemui korban Pelanggaran HAM Berat masa lalu selama sepuluh menit.
Hal itu disampaikan Sumarsih saat bertemu dengan Wakil Ketua DPR Pramono Anung di ruang Rapat Pimpinan DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (13/6/2014).
"Kami mohon kepada bapak, agar kalau bisa Bapak Jokowi menemui kami pada hari Kamis, sekitar jam 4, biar 5 (sampai) 10 menit saja, kami sangat mengharapkannya," pinta Sumarsih.
Ibunda korban penembakan mahasiswa Trisakti pada 1998 itu juga menyampaikan perjuangannya selama ini terkait penyelesaian masalah HAM yang sudah lama dilakukan.
Dia menambahkan dirinya sudah melayangkan 324 pucuk surat ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sambil menggelar aksi diam di depan Istana Negara. Sayangnya belum ada respon dari presiden.
“Semoga di akhir masa DPR ini bisa menemukan jalan keluar," keluh Sumarsih.
Menanggapi hal tersebut, Pramono Anung mengatakan akan menyampaikan hal tersebut, tetapi merasa keberatan kalau bertemu pada hari Kamis, apalagi kalau dilakukan di depan istana.
Menurutnya, Jokowi adalah tipe orang yang tidak mau masalah ini dipolitisasi.
"Menurut saya juga tidak baik ya, nanti saya sampaikan ke beliau," tandas Pramono.
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Demo Mahasiswa di Bulan Ramadan, Polisi Turunkan Tim Sholawat untuk Pengamanan
-
Polemik Akses Musala di Cluster, Pengembang Buka Suara Usai Diusir Komisi III DPR
-
Negosiasi AS-Iran Gagal! Ancaman Perang Bisa Terjadi dalam 15 Hari ke Depan
-
AS Evakuasi Staf dan Warganya dari Israel, Isu Perang dengan Iran Memanas
-
Mengurai Krisis Dokter Spesialis di Indonesia: Di Mana Letak Masalahnya?
-
Sekolah Swasta Gratis di Semarang Bertambah Jadi 133, Jangkau Lebih Banyak Siswa
-
Anies Baswedan Soroti Dinasti Politik: Pemerintah Harusnya Bekerja untuk Rakyat, Bukan Keluarga!
-
Anies Baswedan Beri Restu: Ormas Gerakan Rakyat Resmi Jadi Partai, Apa Langkah Selanjutnya?
-
Terbongkar! Hutan Kota Cawang Jadi Sarang Aktivitas Asusila, Pemkot Gerebek dan Segel Lokasi
-
Tolak Ambang Batas Parlemen, Partai Gerakan Rakyat Usul PT 0 Persen: Jangan Ada Suara Mubazir!