Suara.com - Tim Khusus Pemenangan Jokowi-JK yang dikenal sebagai "Tim Nara" meluncurkan video klip dan lagu berirama dangdut "Join Jokowi" untuk mengklarifikasi fitnah atau kampanye hitam yang menyerang calon presiden Joko Widodo.
Acara peluncuran video klip dilakukan di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Minggu (15/6/2014) pagi, mengambil momentum "car free day" di mana banyak warga Jakarta berolah raga di sekitar area tersebut.
Hadir dalam acara itu anggota tim sukses Jokowi-JK antara lain Fachrul Razi, Adang Ruchiatna, Fahmi Habcy, Jo Bangkit, serta relawan Jokowi-JK dari Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.
Koordinator Tim Khusus Pemenangan Jokowi-JK Dai Bachtiar dalam orasinya menyebutkan video klip yang diluncurkan oleh Tim Khusus ibarat serum untuk melawan kampanye hitam yang diarahkan kepada Jokowi, di antaranya penyebarluasan kabar bahwa Jokowi non-Muslim.
Dalam video klip itu ditampilkan cuplikan video aktivitas Jokowi sedang thawaf umrah, sedang mendengar keluhan warga, serta bekerja sama dengan TNI turun ke Kali Ciliwung.
"Kampanye hitam terhadap Jokowi sebenarnya hanya kebohongan sejati," tandas Dai yang juga mantan Kapolri itu.
Sementara lagu "Join Jokowi" sengaja dibuat dengan irama dangdut karena jenis musik itu diterima di hampir semua lapisan masyarakat.
"Dangdut ini musik rakyat. Jadi,selain menghibur kita juga melihat cuplikan video aktivitas Jokowi," kata Dai.
Lagu Join Jokowi beredar dalam berbagai versi bahasa Jawa, Betawi, Batak, Sunda, Manado. Selain akan diputar dan diperdengarkan ke pelosok desa se-Indonesia, lagu dan video klip itu juga diunggah di situs Youtube. (Antara)
Berita Terkait
-
Berkas Roy Suryo Cs Dilimpahkan ke Kejaksaan, Kapan Tersangka Fitnah Ijazah Palsu Jokowi Disidang?
-
Kuasa Hukum Roy Suryo Sebut Kunjungan Eggi Sudjana ke Solo 'Bentuk Penyerahan Diri'
-
Bantah Dibekingi Orang Besar, Abdul Gafur Tantang Pembuktian Aliran Dana ke Kubu RRT
-
Permohonan RJ Eggi Sudjana Masuk, Polda Metro Tunggu Kesepakatan Pelapor di Kasus Ijazah Jokowi
-
Pelapor Kasus Fitnah Ijazah Palsu Jokowi Dipanggil Polda, Laporan Eggi Sudjana Dicabut?
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
Terkini
-
Waspada! Tol Bandara Soetta Tergenang Pagi Ini, Lalu Lintas Macet Merayap
-
Tak Lagi Tampilkan Tersangka, KPK Diminta Seimbangkan Transparansi dan HAM
-
Tol Arah Bandara Soetta Masih Terendam, Lalin Tersendat, Cek Titik Genangan Ini
-
Usai Reses, 294 Anggota DPR Hadiri Rapat Paripurna Perdana Tahun 2026
-
11 Jam Geledah Kantor Pajak Jakut, KPK Sita Duit Valas Terkait Suap Diskon Pajak Rp60 M
-
Daftar Lengkap 19 Kajari Baru: Jaksa Agung Geser Jaksa Eks KPK ke Blitar
-
3 Museum di Jakarta Tutup Hari Ini, Pemprov Ungkap Alasannya
-
Detik-Detik Truk Mogok Tertemper KA BasoettaManggarai di Perlintasan Rawabuaya
-
Sempat Tenggelam 1 Meter, Banjir Jakarta Selatan Akhirnya Surut Total Dini Hari
-
'Wallahi, Billahi, Tallahi!' Surat Sumpah Abdul Wahid dari Sel KPK Gegerkan Riau