Suara.com - Masyarakat Sepak Bola Indonesia (MSBI) yang mendeklarasikan dukungan buat capres cawapres nomor urut satu bakal membawa bendera bergambar Prabowo-Hatta Rajasa ke salah satu kota tempat ajang piala dunia diselenggarakan di Sao Paolo, Brasil.
Hal itu dilakukan MSBI sebagai salah satu cara keseriusan dukungan, sekaligus mengkampanyekan Indonesia menjadi lokasi perhelatan Piala Dunia pada 2022.
"Bawa bendera sekitar 2.400, 1.200 bendera Prabowo dan 1.200 bendera Open Bidding For FIFA World Cup 2022, bendera merah putih 1500 dan 200 meter bendera merah putih yang akan dibawa ke Brasil," klaim Ketua MSBI Sarman di rumah kemenangan Prabowo-Hatta, Jalan Cipinang Cempedak, Jakarta, Kamis (19/6/2014).
"Kami akan memperlihatkan kepada petugas FIFA seperti tulisan, menitipkan pesan ke dunia, ada capres yang mau menjaminkan kita tahun 2022," tambahnya lagi.
Rencananya enam orang anggota MSBI akan berangkat ke Brasil pada 22 Juni 2014 sampai 17 Juli 2014 dan berencana mengibarkan bendera pada 27 Juni di Sao Paulo.
"Mengibarkan di Sao Paulo tanggal 27 Juni, Rio De Jenero dan pertandingan besar, Kami berangkat berenam,” jelas Sarman.
Dia sesumbar akan membayar orang dari kocek pribadi di Brasil untuk memegang bendera Prabowo-Hatta untuk dikibarkan di saat pertandingan sepak bola.
"Mempersiapkan sekitar 600 juta,” serunya lagi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Baru Bertemu Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Perang AS Pete Hegseth Dihantam Isu Diskriminasi
-
Blokade Selat Hormuz Oleh Amerika Serikat Picu Protes China, Dinilai Memperburuk Krisis Timur Tengah
-
Italia Tangguhkan Perjanjian Pertahanan dengan Israel, Ini Penyebabnya
-
BPKP Bongkar Borok Proyek Chromebook: Negara Rugi Rp2,1 Triliun, Ini Rinciannya
-
36 Jam Blokade AS, Laksamana CENTCOM Yakin Ekonomi Iran Mulai Lumpuh Perlahan
-
Pramono Tegur Keras Kasus Foto AI PPSU Kalisari: Jangan Lagi Kerja Asal Senangkan Atasan
-
SBY Soroti Risiko Ekonomi Dunia, Ekonom UMBY Ungkap Pertanda Sudah Muncul di Indonesia
-
Pusat Komando Militer: Tidak Ada Kapal yang Berhasil Melewati Blokade AS ke Pelabuhan Iran
-
Cengkeraman Iran di Selat Hormuz Makin Kuat saat Ada Blokade AS, Kenapa?
-
Blokade Selat Hormuz AS Paksa 6 Kapal Tanker Iran Putar Balik di Teluk Oman