Suara.com - Ketua DPR Marzuki Alie mengimbau agar pers bersikap independen dan netral selama kampanye pemilu presiden. Kata dia, hal itu diperlukan untuk ikut menumbuhkan demokrasi yang berkualitas.
Menurut Marzuki, saat ini media televisi yang menggunakan frekuensi publik sudah tidak netral lagi.
“DPR berencana mengundang Kemenkominfo dan KPI untuk dimintai pandangannya seputar kiprah media nasional yang telah kehilangan independensi dan netralitasnya,” kata Marzuki seperti dilansir dari laman resmi DPR, Kamis (3/7/2014).
Menurut dia, keberpihakan sejumlah media ini sangat tidak elegan di tengah semangat bangsa Indonesia yang sedang membangun demokrasi.
“Saat ini sangat mudah membedakan mana media yang mendukung capres nomor urut satu dan media yang mendukung capres nomor urut dua. Di sinilah Kemenkominfo dan KPI perlu turun tangan mengembalikan peran media pada independensinya sebagai alat kontrol,” tegasnya.
Sementara itu Ketua Komisi II DPR Agun Gunanjar Sudarsa (F-PG), menyatakan, kondisi pers yang tidak netral sangat merugikan demokrasi dan bisa ikut menyulut konflik di tengah persaingan dua pasang capres dan cawapres.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
Pilihan
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
-
Swasta Diimbau Ikut WFH, Tak Ada Sanksi Menanti
Terkini
-
Duduk Perkara Pengeroyokan Tersangka Pelecehan Seksual di Polda Metro Jaya, 4 Orang Ditangkap!
-
WFH Tiap Jumat Jadi Jurus Hemat Energi Indonesia, DPR: Ini Strategi Hadapi Krisis
-
Hikmahanto: Rencana Kirim Pasukan ke Gaza Harus Dikaji Ulang Usai 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon
-
BI Sebut Temuan Uang Palsu Rp100 Ribu di Parung Berkualitas Rendah: Cukup Cek Pakai Metode 3D
-
Gelar Aksi, Pemuda Antikorupsi Desak KPK Segera Panggil Bos Agrinas Terkait Impor Mobil Pikap
-
Kutip Hamkke Gamyeon Meolli Ganda, Prabowo Tegaskan Persahabatan dan Masa Depan Bersama RI-Korsel
-
Penasaran Harta Terbaru Prabowo-Gibran? KPK: Sudah Lapor dan Bisa Dicek Publik!
-
Dapat Semangat Prabowo, Mahasiswa Indonesia di Korea: Memotivasi Saya Berkontribusi bagi Indonesia
-
Modal Uang Print Biasa, Begini Cara Dukun Gadungan Mahfud Jerat Korban Penggandaan Uang di Bogor
-
KPK Tetapkan 2 Pengusaha Tersangka Kasus Haji, Bantahan Gus Yaqut di Ujung Tanduk?