Suara.com - Politisi Partai Golkar Tantowi Yahya menilai informasi hasil quick count dalam setiap pemilu memiliki peran vital. Di antaranya, agar Komisi Pemilihan Umum bekerja lebih baik.
"Kita itu sangat perlu kehadiran quick count untuk jadi pagar sehingga bisa memagari kinerja KPU, dan tidak main-main. Dengan demikian kita tidak berburuk sangka terhadap KPU," kata Tantowi di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (12/7/2014).
Menurut Tantowi, selama lembaga survei bersifat independen, hal tersebut tidak menjadi persoalan. Yang menjadi soal ialah ketika lembaganya sudah berafiliasi atau konsultan bagi kandidat tertentu.
"Timbul ketidakpercayaan akan hasil lembaga tersebut akan hasil quick count-nya. Teori yang digunakan sudah betul, metode yang dipakai betul, tapi apakah dalam pelaksanaannya benar atau ngga? Kita tidak boleh memaksa KPU untuk mengikuti hasil quick count kita," katanya.
Tantowi sangat menyayangkan adanya lembaga survei yang tidak berpikir kenegaraan.
"Seharusnya berpikir matang dulu, apa yang akan kita ambil dari hasil ini," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Segera Hadir, Film Sekolah Rakyat Angkat Kisah Dramatis dari Kehidupan Nyata
-
SDA Terus Dicuri, Prabowo: TNI AL dan Bea Cukai Sudah Dikerahkan, Masih Saja Bocor!
-
Rugi Terus, Prabowo Bakal Tutup 800 Perusahaan Pelat Merah untuk Berhemat
-
Jakarta Darurat Kabel Semrawut: Pelajar Tewas, Perda Mangkrak, Legislator Tuntut Sanksi Operator
-
UU Peradilan Militer Jadi Tameng Impunitas TNI! Aktivis Desak Reformasi Total
-
Kapolri Buka Suara Usai Roy Suryo dan dr Tifa Tak Ditahan: Itu Kewenangan Kejaksaan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
Terekam CCTV, Detik-detik Pasutri di Duren Sawit Gasak Motor Sambil Bawa Anak
-
MBG Disetop Saat Libur Sekolah, BGN Disomasi: Ibu Hamil dan Balita Tetap Butuh Nutrisi!
-
Dua Calon Pengelola KDMP Meninggal saat Ikut Latihan Militer