Suara.com - Forum Rektor Indonesi (FRI) mengharapkan perbedaan hasil hitungan cepat oleh beberapa lembaga survei disikapi dengan jiwa yang besar.
Ketua FRI Rivak Karsidi mengatakan perbedaan quick count yang terbilah dalam dua kubu pasangan calon dan perdebatan yang keras di media sosial telah memanaskan suasana politik nasional. Dia pun berharap, seluruh elemen masyarakat bisa mengambil peran secara tepat.
"Karena itu Forum Rektor mengajak seluruh komponen bangsa ini memerankan diri secara tepat," "kata Rektor Universitas Sebelas Maret ini saat jumpa pers di hotel Sari Pan Pasifik Jakarta, Senin (14/7/2014).
Sementara Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Praktino menambahkan, Dia pun setuju dengan lembaga etik lembaga survei yang juga sudah mengambil peran untuk menelusuri masalah etika terhadap lembaga survei itu. Sebab, menurutnya seluruh metodologi yang digunakan dalam lembaga survei dalam menjalankan quick count ini harus bisa dipertanggungjawabkan.
Dan, untuk membuktikan keabsahan metodologi lembaga survei yang menggelar quick count ini, FRI siap membantu menyiapkan tenaga ahli, atau tim review yang independen untuk analisis metodologinya.
"Kita tak mau ambil peran asosiasi profesi lembaga survei untuk penegakan etika, tapi kita siap mendukungnya," kata dia.
Berita Terkait
-
Terungkap! Artis Cantik Ini Pernah Mau Dijodohkan dengan Prabowo, Kok Gagal Nikah?
-
Akhirnya Jadi Kenyataan! 10 Tahun Lalu Komeng Pernah Berkelakar Ingin Jadi Calon Anggota Dewan
-
Demi Pilpres Satu Putaran, Eks Relawan Jokowi-JK Deklarasi Dukung Prabowo-Gibran
-
Program Unggulan Jokowi-JK 'Disentil' Gibran, Ternyata Dana Desa Dikucurkan Pertama Kali Tahun 2015
-
Dijadwalkan Dihadiri Jokowi, TNI-Polri Gelar Rapim Hari Ini, Bahas Pengamanan Pemilu 2024
Terpopuler
- 43 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 7 Maret 2026: Klaim 10 Ribu Gems dan Kartu Legenda
- 6 HP Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta, Performa Awet untuk Jangka Panjang
- 8 Rekomendasi Moisturizer Terbaik untuk Mencerahkan Wajah Jelang Lebaran
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Siapa Istri Zendhy Kusuma? Ini Profil Evi Santi Rahayu yang Polisikan Owner Bibi Kelinci
Pilihan
-
BREAKING NEWS: Mantan Pj Gubernur Sulsel Tersangka Korupsi Bibit Nanas
-
Trump Cetak Sejarah di AS: Presiden Pertama yang Berperang Tanpa Didukung Warganya
-
IHSG Keok 3,27 Persen Terimbas Konflik Iran-AS, Bos BEI: Kita Sudah Kuat!
-
Harga Minyak Mulai Turun Usai Beredar Kabar G7 Lepas Cadangan 400 Juta Barel
-
Rusia Kasih Data Aset Militer AS ke Iran untuk Dihancurkan, Termasuk Lokasi Kapal dan Jet Tempur
Terkini
-
Viral! Penumpang Muslim Ditangkap Tim Taktis AS Bersenjata Lengkap Gara-Gara Timer Salat
-
Situasi Terkini Iran Jelang Baiat untuk Pemimpin Baru Ayatollah Mojtaba Khamenei
-
5 Fakta Mojtaba Khamenei: Jebolan Perang Iran-Irak, Nikahi Anak Politisi Senior Iran
-
Bawa Ayam Saat Jalan-jalan Bisa Bikin Stres Anda Berkurang, Profesor Ini Sudah Membuktikan
-
Duduk Perkara Kasus Bibi Kelinci: dari Nabilah O'Brien jadi Tersangka Hingga Berakhir Damai
-
Sempat Live Bareng Bigmo Saat Penetapan Tersangka, Ini Kata Wali Kota Solo
-
Aneh tapi Nyata! Tren di Jepang, Meditasi di Dalam Peti Mati Demi Kesehatan Mental
-
Kisah Punch, Bayi Monyet Viral Kini Mulai Punya Teman di Kebun Binatang Jepang
-
Cara Iran Acungkan 'Jari Tengah' ke Trump: Pilih Mojtaba Khamenei Jadi Ayatollah
-
Kejaksaan Agung Panggil 9 Saksi Kasus Korupsi Ekspor POME, Siapa Saja?