Suara.com - Pengumuman KPU Pusat pada 22 Juli nanti tentang hasil penghitungan manual pemilu presiden 2014 diyakini tidak akan mendinginkan kondisi politik di Indonesia. Karena, pasangan yang kalah kemungkinan besar akan menggugat hasil penghitunan KPU.
Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Ikrar Nusa Bakti mengatakan, ada kekhawatiran di kalangan masyarakat bahwa TNI akan melakukan kudeta militer apabila kondisi politik semakin memanas.
Namun, Ikrar yakin TNI tidak akan melakukan kudeta militer seperti yang dilakukan tentara di Thailand untuk menenangkan kondisi politik di Negara Gajah Putih itu.
“Apabila TNI melakukan kudeta militer maka mereka akan mengingkari apa yang diucapkan Jenderal Nasution pada 1958 yaitu jalan tengah tentara. Ketika itu, Nasution mengucapkan bahwa TNI beda dengan tentara di Amerika Latin dan juga negara-negara lain yang merupakan murni profesional. Selain itu, TNI juga sudah memastikan netral dalam pilpres, kalau pun ada yang mendukung pasangan tertentu itu hanya merupakan perilaku sejumlah oknum,” kata Ikrar.
Ikrar mengatakan, indikasi lain bahwa Indonesia tidak akan dilanda kudeta militer adalah sejarah pemilihan umum yang terjadi di Indonesia. Sejak pemilu pertama kali digelar pada 1959 hingga 2009, tidak pernah terjadi gesekan saat diumumkan pemenang pemilu.
“Kalau pun nanti ada yang kecewa dan marah, saya rasa kekecewaan itu sifatnya hanya sementara. Setelah itu, mereka akan tertawa lagi. Karena memang sejarah mencatat, penyelenggaran pemilu di Indonesia selalu berjalan aman dan damai,” ujarnya.
Selain itu, kata Ikrar, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pasti ingin meninggalkan warisan politik yang baik kepada penerusnya. Karena itu, SBY akan berupaya untuk melakukan transisi politik kepada penggantinya pada 20 Oktober nanti dengan lancar.
Berita Terkait
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
Pilihan
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
-
Demo Pakai Daster ke Istana, Aliansi Perempuan Tuntut Prabowo Turunkan Harga BBM dan Setop MBG
-
BREAKING NEWS: Kantor Dinas Pendidikan Sulsel Digeledah Kejati
Terkini
-
Pembangunan 93 Sekolah Rakyat Permanen Hampir Tuntas, Gus Ipul Soroti Pentingnya Dukungan Pemda
-
PKB Singgung Sikap PDIP soal Aksi Tolak MBG: Jangan Bilang A, yang Dikerjakan B
-
Kemensos-PKP Terjun ke Pasuruan untuk Cek Rumah Orangtua Siswa Sekolah Rakyat Tak Layak Huni
-
Misteri Kakek 75 Tahun Tewas Tergantung di Taman Pramuka, Barang Berharga Masih Utuh
-
Mencekam! Eksekusi Hotel Sultan Berujung Hujan Batu, 119 Orang Digelandang Polisi
-
Stok Senjata AS Menipis, Donald Trump Paksa Industri Militer Genjot Produksi Rudal
-
Sekolah Rakyat Siap Beroperasi, Kemensos Hadapi Krisis Tenaga Pendidik
-
Ancaman El Nino Berpotensi Picu Krisis Ekonomi, Pemerintah Diminta Waspada
-
AS-Iran Sudah Damai, Rusia Masih Perang, Kilang Minyak Moskow Hancur Dihantam Drone Ukraina
-
PKB Sentil PDIP, Minta Sikap Politik Tegas Tak Abu-abu: Kalau Oposisi Ya Oposisi