Suara.com - Sejumlah video dan postingan media sosial dari para pemberontak pro-Rusia, yang sebagian besar sudah dihapus, menunjukkan bahwa para pemberontak mengira telah menembak jatuh sebuah pesawat militer Ukraina, sebelum mereka menyadari pesawat itu milik Malaysia Airlines.
Video dan postingan di media sosial itu lalu diunggah kembali oleh pemerintah Ukraina di YouTube, dalam upaya untuk menunjukkan pihaknya tidak bertanggung jawab dalam insiden itu, seperti yang dituduhkan oleh Presiden Rusia, Vladimir Putin.
Sebelumnya diberitakan bahwa pesawat Malaysia Airlines MH17 ditembak dan jatuh di wilayah Ukraina, dekat perbatasan dengan Rusia. Wilayah itu sendiri dikuasai oleh pemberontak pro-Rusia.
Awalnya para pemberontak mengklaim telah menembak pesawat militer Ukraina pada Kamis malam. Itu diumumkan dalam akun media sosial berbahasa Rusia, VK, milik Igor Strelkov - orang yang sering disebut sebagai menteri pertahanan Republik Rakyat Donetsk.
"Kami baru saja menembak jatuh sebuah An-26 dekat kota Torez," bunyi postingan dalam akun itu, lengkap dengan tautan berisi video, "Dan ini video yang menunjukkan jatuhnya 'burung itu'."
Video yang ikut diunggah tersebut, uniknya, sangat identik dengan yang ditayangkan oleh media-media Ukraina dalam berita terkait jatuhnya MH17.
Dalam video itu terlihat beberapa warga lokal menunjuk ke sebuah tambang batubara, dekat tempat jatuhnya pesawat Malaysia Airlines.
Postingan di VK itu belakangan dihapus, tetapi media-media Barat sudah sempat memotretnya.
Tidak lama kemudian, situs berita Pravda yang pro-Ukraina, mengunggah sebuah rekaman suara yang diklaim sebagai hasil sadapan pembicaraan antara pemberontak dengan agen intelijen Rusia.
Dalam rekaman itu para pemberontak mengaku telah menembak jatuh sebuah pesawat sipil yang jatuh dekat tambang batu bara Petropavlovskaya.
Sementara itu sebuah kicauan di akun Twitter Republik Rakyat Donetsk mengindikasikan bahwa para pemberontak berhasil merebut beberapa sistem rudal Buk buatan Rusia dari militer Ukraina.
"Sistem rudal darat ke udara Buk telah dirampas oleh DNR dari resimen rudal A1402 Ukraina," bunyi postingan tersebut. Belakangan kicauan itu juga dihapus. (The Age/AFP)
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
Terkini
-
Connie Bakrie Sebut IKN Sekarang Kalah Tenar Sama Program MBG Rp1 Triliun Per Hari
-
Tunjangan Guru Naik, Komisi X DPR Beri Jempol Tapi Kasih Catatan Penting Ini
-
Gak Pakai Ribet! Di Jakarta Fair 2026 Bisa Belanja Sambil Bayar Pajak Kendaraan
-
Viral TNI Ikut Hadang Massa Mahasiswa saat Demo di Bundaran HI, Kapuspen: Atas Permintaan Polri
-
Bukan untuk Perang, Kenapa Komcad-TNI Dikerahkan Saat Demo Mahasiswa? Ini Kritik Tajam Koalisi Sipil
-
Hari Pertama BTN JAKIM 2026 Meriah, Ribuan Pelari Padati Kawasan GBK
-
Di Balik Narasi 'BBM Non-Subsidi': Mengapa Rakyat Kecil Tetap Tercekik Kenaikan Harga Pertamax?
-
Sidang Blueray Cargo, Jaksa KPK Ungkap Dugaan Aliran Rp21 Miliar ke Djaka Budi Utama
-
Imbau Daerah Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Mendagri Optimistis Bakal Gerakkan Perekonomian
-
'Tak Ada Penangkapan!' Kapolres Jaksel Bantah Tudingan Represif di Aksi Mahasiswa GMNI Pancoran