Suara.com - Terdakwa kasus korupsi proyek pusat pendidikan pelatihan dan sekolah olahraga nasional di Hambalang, Bogor, Andi Mallarangeng, mengakui adanya penyimpangan dalam proyek tersebut. Namun, mantan Menpora ini menolak disebut menyuruh bawahan untuk melakukan hal tersebut.
"Terjadi penyimpangan dalam proyek Hambalang, ya, tapi saya tidak pernah menyuruhnya, saya bahkan terus mewanti-wanti bawahan saya agar bekerja secara profesional," kata Andi di Pengadilan Tipikor, Jalan Rasuna Said, Kuningan Jakarta, Jumat (18/7/2014). Hari ini, Andi divonis empat tahun penjara dan denda Rp200 juta subsider dua bulan kurungan.
Terkait dengan uang yang diterima adiknya, Choel Mallarangeng, Andi mengatakan siapapun yang terlibat harus menanggung akibatnya. Andi mengaku menyesali perbuatan adik kandungnya.
"Saya selama ini belajar hukum pidana juga, dan hukum pidana menyatakan siapa yang berbuat dia yang bertanggung jawab, bukan kakaknya," kata Andi.
Kemudian Andi menegaskan dirinya bukan orang yang suka lari dari tanggung jawab. Ia menyontohkan ketika dulu ia mundur dari Menpora setelah dicekal ke luar negeri.
"Saya itu bukan orang yang mau lari dari tanggung jawab, makanya saya mengundurkan diri sebel ditetapkan sebagai tersangka, namun bukan saya yang menyuruhnya," kata Andi.
Terkait dengan pernyataan majelis hakim di persidangan hari ini yang menyebutkan uang hasil dari penyimpangan proyek Hambalang tidak mengalir dan tidak didapatkan oleh Andi, ia menilai hal tersebut sebagai sesuatu yang baik.
"Hal-hal yang baik dalam persidangan hari ini adalah bahwa hakim menyebutkan bahwa saya tidak menerima uang dari hasil penyimpangan kasus Hambalang tersebut," kata Andi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Shio yang Paling Berpotensi Jadi Pengusaha Sukses
- Harga Sepatu Skechers Original, Cek 5 Pilihan Terbaik untuk Jalan dan Lari
- Kipas Angin Model AC yang Resmi dan Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasinya
- Status Gunung Api Malam Ini: Merapi, Semeru, Anak Krakatau Siaga, 3 Gunung di Maluku Waspada
- 4 Shio Beruntung 6 September 2026, Hidup akan Lebih Ringan
Pilihan
-
Siswa SMK di Karo Diduga Hilang Ingatan Usai Keracunan MBG, Amnesty Desak Program Disetop
-
Gunung Anak Krakatau Masih Siaga, 6 Kali Erupsi Strombolian Terekam
-
Gunung Anak Krakatau 'Muntah-muntah' Lagi Selasa Pagi Ini, 3 Kali Erupsi
-
Bandara Soetta dan Halim Mulai Dibuka untuk Penerbangan
-
Warga Serbu Pasar Asemka Cari Masker, Pedagang: Stok KF95 Kosong Sejak Kemarin!
Terkini
-
Akbar Firmansyah Antusias Kembali Bermain di Stadion Gelora 10 November
-
Modus TPPO Makin Canggih, Pemerintah Dorong Deteksi Korban Sejak Perekrutan
-
Berawal dari Toko Sembako, Polresta Sidoarjo Bongkar Jaringan Uang Palsu Lintas Provinsi
-
Kronologi 5 Jurnalis Foto Hilang Kontak di Perairan Gunung Anak Krakatau, Basarnas Sisir Selat Sunda
-
Peredaran Rokok Ilegal Diburu, Puluhan Ribu Batang Diamankan di Lamongan
-
Ancaman Abu Vulkanik Belum Surut, Siswa SMA di Banten Lanjut Belajar dari Rumah Hingga 11 September
-
PTBA Perkuat Respons Cepat dan Kolaborasi dalam Penanganan Karhutla
-
Gagal Temukan Titik Terang hingga Malam, Basarnas Perluas Area Pencarian Rombongan Wartawan
-
5 Pengalaman Baru di Resorts World Sentosa
-
180 Personel Jepang Disiapkan Bantu Indonesia Tangani Karhutla di Kalimantan