Suara.com - Kuasa Hukum tim Prabowo-Hatta membantah terdapat massa bayaran dalam unjuk rasa yang dilakukan di depan gedung Mahkamah Konstitusi dalam mengawal sidang gugatan, Rabu (6/8/2014).
Hal itu diutarakan Kuasa Hukum tim Prabowo – Hatta, Habiburrokhman di Gedung Mahkamah Konstitusi usai menjalani sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) dalam Pilpres 2014.
“Saya rasa tidak ada pendukung Prabowo seperti itu (massa yang dibayar). Mereka itu biasanya iuran, boro-boro dibayar,” ujarnya, Rabu (6/8/2014).
Habiburrokhman juga menyatakan, kemungkinan isu tersebut merupakan inflitrasi dari orang yang ingin menjelakkan Prabowo.
“Mungkin itu infiltrasi dari orang yang ingin menjelekkan Praowo,” tegasnya.
Sebelumnya, Aminah, Salah seorang pendemo pendukung Prabowo beserta rombongannya mengaku diajak untuk ikut melakukan aksi ke gedung MK, oleh seorang tim Koordinator lapangan pendukung Prabowo-Hatta. Ia dijanjikan uang sebesar Rp50 ribu jika mengikuti unjuk rasa hingga selesai.
Aminah, wanita paruh baya asal Tanah Tinggi, Johar Baru, Jakarta Pusat, itu menceritakan keluhannya mendapat uang sebesar 50.000, namun tanpa uang makan.
"Rp.50 ribu itu, kita cuma sampai pukul 12.00 WIB, diperjanjiannya. jadi kita tidak ikut ke Gedung DPR," cerita Aminah di sela-sela orasi pendukung Prabowo-Hatta, di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta (6/8/2014).
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- 7 HP Terbaru di 2026 Spek Premium, Performa Flagship Mulai Rp3 Jutaan
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- Bedak Apa yang Bikin Muka Glowing? Ini 7 Rekomendasi Andalannya
- 7 Sepatu Running Adidas dengan Sol Paling Empuk dan Stabil untuk Pelari
Pilihan
-
Ziarah Telepon Selular: HP Sultan Motorola Aura Sampai Nokia Bunglon
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
-
Liburan Keluarga Berakhir Pilu, Bocah Indonesia Ditabrak Mati di Singapura
-
Viral Oknum Paspampres Diduga Aniaya Driver Ojol di Jakbar, Dipicu Salah Titik dan Kata 'Monyet'
-
Hasil Rapat DPR: Pasien PBI BPJS Tetap Dilayani, Pemerintah Tanggung Biaya Selama 3 Bulan
Terkini
-
Soal Pembangunan Gedung MUI di Bundaran HI, Golkar: Itu Kebutuhan Strategis, Bukan Kemewahan
-
Link Simulasi Soal TKA 2026 dan Panduan Lengkap Terbaru
-
HPN 2026, Polda Metro Jaya Soroti Bahaya Framing Medsos
-
BGN Paparkan Mekanisme Pelaksanaan MBG Selama Ramadan
-
Dharma Pongrekun Soal Virus Nipah: Setiap Wabah Baru Selalu Datang dengan Kepentingan
-
Di Persidangan, Noel Sebut Purbaya Yudhi Sadewa 'Tinggal Sejengkal' ke KPK
-
Rano Karno Ungkap Alasan Jalan Berlubang di Jakarta Belum Tertangani Maksimal
-
Percepat Pemulihan Pascabencana Sumatra, Mendagri-BPS Bahas Dashboard Data Tunggal
-
Ironi 'Wakil Tuhan': Gaji Selangit Tapi Masih Rakus, Mengapa Hakim Terus Terjaring OTT?
-
Gus Ipul Tegaskan Realokasi PBI JKN Sudah Tepat