Suara.com - Kepolisian Sektor Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat, menyatakan dengan ditangkapnya A pada Sabtu (9/8/2014) malam, maka sejak 2009 sudah dua kali penindakan oleh polisi terhadap terduga teroris di wilayah hukumnya.
Kedua kasus tersebut seluruhnya terjadi di Kelurahan Jatiluhur, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, yang merupakan wilayah perbatasan DKI Jakarta, Kabupaten Bogor, dan Depok.
Sebelumnya, pada 8 Agustus 2009, Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror menggerebek sebuah rumah persembunyian teroris di Perumahan Puri Nusaphala Blok D 12 RT 04/012, Kelurahan Jatiluhur, Kecamatan Jatiasih.
Petugas menembak mati dua orang diduga teroris pembuat bom terkait peledakan di JW Marriott dan Ritz Carlton yakni Air Setiawan dan Eko Peyang, merupakan jaringan teroris Nurdin M Top.
Rumah yang diserbu itu diduga menjadi rumah perlindungan teroris Noordin M Topdan jaringannya untuk menyimpan barang peledak, merakit bom, dan tempat bom mobil.
Dalam pengerebekan itu, polisi menyita sejumlah barang bukti, antara lain Mitsubishi "pick up" merah yang akan dijadikan sebagai bom mobil, DaihatsuXenia, sejumlah bahan peledak seberat kurang lebih 100 kg, sejumlah peluru laras panjang, dan empat rangkaian bom pipa paralon, serta bahan pembuat bom lainnya.
Peristiwa penangkapan serupa kembali terjadi pada Sabtu (9/8/2014) malam saat seorang terduga teroris berinisial A ditangkap Tim Densus 88 melalui sebuah operasi penggerebekan di sebuah ruko penjualan makanan kebab RT003 RW01, Jalan Wibawa Mukti, depan Kompleks Telkom Satwika Permai, Kelurahan Jatiluhur, Kecamatan Jatiasih.
A diduga kuat merupakan penyokong dana aktivitas teroris di Aceh sejak 2010 lalu dan telah lama menjadi incaran polisi hingga akhirnya tertangkap saat tengah berkunjung ke rumah kerabatnya tersebut. Ia langsung digelandang petugas menuju Markas Polda Metro Jaya bersama lima orang saksi lainnya untuk dimintai keterangan.
Menyikapi hal itu, Kapolsek Jatiasih Kompol Imelda Sitohang mengaku bahwa jajarannya mengakui kecolongan dengan adanya penangkapan oleh Tim Densus tersebut.
"Saya akui bahwa kami kecolongan, walaupun upaya pengawasan keamanan wilayah terus kita intensifkan selama ini," katanya.
Imelda mengaku sering sarapan di sebuah warung bubur yang bersebelahan dengan ruko penangkapan terduga teroris A, namun dia tidak menyadari adanya aktivitas yang mencurigakan dari para penghuninya.
"Saya tidak sangka ruko ini akan menjadi lokasi penangkapan terduga teroris. Padahal saya sering membeli sarapan di warung sebelahnya," katanya. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
Terkini
-
Dari MBG Sampai ASRI, Presiden Prabowo Menggugah 4 Ribu Lebih Peserta Rakornas Kemendagri 2026
-
Eksekusi Brutal di Bali: Dua WNA Australia Dituntut 18 Tahun Penjara Kasus Pembunuhan Berencana
-
Eks Pejabat Kemendikbud Akui Terima Rp701 Juta dari Pemenang Tender Chromebook
-
Skandal Suap Jalur Kereta Api, KPK Cecar Direktur Kemenhub Jumardi Soal Aliran Dana dan Tender
-
Pantura Genuk Minim Genangan di Musim Hujan, Infrastruktur Pengendali Banjir Dioptimalkan
-
Satgas PKH Sedang Verifikasi Temuan PPATK Soal Hasil Penambangan Emas Ilegal Senilai Rp992 Triliun
-
Pandji Pragiwaksono Dicecar 48 Pertanyaan Usai Diperiksa Bareskrim: Saya Ikuti Prosesnya Saja
-
Lebih Ganas dari COVID-19, Menakar Kesiapan Indonesia Hadapi Virus Nipah yang Mematikan
-
Dirut Garuda dan Perwakilan Embraer Sambangi Istana, Bahas Rencana Pembelian Pesawat?
-
Jakarta Makin Gampang Tenggelam, Sudah Waktunya Benahi Tata Ruang?