Suara.com - Istri muda Wali Kota Palembang, Romi Herton, yaitu Liza Merliani Sako, mengaku tidak mengenal dan tidak ada kaitannya dengan Muhtar Ependy. Meskipun begitu, penyidik KPK tetap memanggil dan memeriksa Liza selama tujuh jam hari ini, terkait kasus memberi keterangan tidak benar dengan tersangka Muhtar Ependy.
"Nggak ada. Saya tidak kenal," kata Liza, sesaat setelah keluar dari Gedung KPK, di Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (2/9/2014).
Liza juga menjelaskan bahwa pemeriksaannya hari ini tidak ada yang berbeda dengan BAP yang sudah dibuatnya, melainkan tujuannya saja yang berbeda.
"Hanya mengulang seperti yang sebelumnya saja. Mengulang BAP sebelumnya. Cuma kali ini, saya jadi saksi untuk Pak Muhtar Ependy," kata perempuan campuran Jepang-Sunda ini.
Liza kali ini diperiksa dalam kapasitasnya sebagai istri muda Romi Herton. Dia diduga tahu banyak soal uang suap dari Romi ke Akil, yang diberikan melalui Muhtar Ependy.
Namun, ketika ditanya soal status pernikahannya dengan Romi, Liza hanya diam dan terus melanjutkan perjalanannya meninggalkan Gedung KPK.
"Sudah ya, terima kasih," kata Liza, sambil memasuki taksi.
Berdasarkan informasi yang didapat, Liza diketahui mengenal Muhtar Ependy. Dia juga disebut mengetahui saat suaminya menyerahkan uang suap untuk Akil melalui Muhtar.
Suami Liza, Romi Herton, saat ini sudah mendekam di Rutan bersama istri tuanya, Masyito. Romi disangka telah menyuap Akil sebesar Rp19,8 miliar untuk pengurusan sengketa Pilkada Palembang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Mahasiswa Doktoral USF Tewas Misterius, Diduga Dibunuh Teman Sekamar
-
Penasihat Hukum Nadiem Mangkir dari Sidang, Pengamat: Bisa Dikategorikan Contempt of Court
-
8 Orang Tewas Dalam Serangan Israel ke Lebanon Selama 24 Jam Terakhir
-
Biaya Perang Amerika Serikat Lawan Iran Tembus Rp 1.000 Triliun
-
Ketum Parpol Dibatasi 2 Periode, Eks Penyidik KPK: Cegah Kekuasaan Terlalu Lama dan Rawan Korupsi
-
Kawat Berduri Blokade Anak-anak Palestina Sekolah ke Tepi Barat
-
Praka Rico Gugur Usai Dirawat, Korban Kedua TNI dalam Serangan ke Pos UNIFIL Lebanon
-
Bangun Iklim Kompetitif, Mendagri: Ajang Penghargaan Pemda Pacu Kinerja Kepala Daerah
-
Profil Praka Rico Pramudia, Gugur dalam Misi Perdamaian di Lebanon
-
Circle Korupsi Sulit Dibongkar? Eks Penyidik KPK Ungkap Peran Loyalitas dan Skema Berlapis