Suara.com - Menteri luar negeri Irak Hoshiyar Zebari mengutuk aksi pemenggalan jurnalis Steven Sotloff oleh militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) yang muncul dalam sebuah video. Menurut menlu yang akan segera mengakhiri masa jabatannya tersebut, itu merupakan aksi biadab.
"Pembunuhan biadab ini... sebuah contoh kebiadaban dan kejahatan," kata Zebari.
Zebari menambahkan, aksi ini merupakan bukti bahwa Irak dan negara-negara Barat harus mengalahkan ISIS.
"Kami memiliki musuh yang sama dan seluruh dunia bergerak ke arah yang tepat untuk menghentikan kebiadaban dan kebrutalan ini," kata Zebari.
"Seluruh dunia berdiri bersatu menentang IS (Negara Islam). Mereka harus dikalahkan agar aksi mengerikan ini tidak akan terulang," lanjutnya.
Pendapat senada datang dari Perdana Menteri Inggris David Cameron. Cameron mengutuk pemenggalan Sotloff dan menyebutnya sebagai "aksi menjijikan dan hina yang dilakukan oleh teroris barbar". Cameron mengaku akan menggelar rapat dengan tim keamanannya pada hari Rabu (3/9/2014).
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Prancis Laurent Fabius menyebut pembunuhans itu sebagai "gambaran aksi barbar tanpa batas yang dilakukan kekalifahan teror dan harus diperangi secara serius".
Sebuah video yang diduga menampilkan pemenggalan jurnalis asal Amerika Serikat Steven Sotloff yang jadi tawanan ISIS beredar di internet pada hari Selasa (2/9/2014). Dalam video tersebut, seorang militan isis bertopeng menggorok leher Sotloff.
Diduga, si eksekutor yang beraksen Inggris kental adalah orang yang juga memenggal James Foley, jurnalis Amerika Serikat lainnya. Video pemenggalan James Foley muncul pada tanggal 19 Agustus lalu. Eksekusi Sotloff diduga dilakukan di lokasi yang sama dengan lokasi pemenggalan Foley.
Alasan pemenggalan, seperti diungkap oleh militan dalam video, adalah karena Amerika Serikat nekat kembali menyerang basis ISIS di Irak dengan serangan udara. Padahal, kata si militan, pada video pemenggalan pertama, ISIS sudah memperingatkan AS untuk tak ikut campur dengan urusan ISIS di Irak. (Reuters)
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Cara Menghilangkan Kerak Gosong di Bawah Setrika agar Tidak Lengket dan Mengkilap
- Gelar Bukan Segalanya, Boni Hargens Sepakat dengan Prof Gayus Lumbuun Soal Aturan Sidang S3
- Wakapolri Minta Jajaran Siap Hadapi Isu Aksi 'Black September', Apa Itu?
- Heran Febrie Adriansyah Dipanggil sebagai Tersangka, Pengacara: Baru Kali Ini Kami Lihat
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Mengurangi Flek Hitam pada Usia 50 Tahun ke Atas? Ini 7 Rekomendasinya
Pilihan
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
-
Cari 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, 6 Kapal Sisir Laut hingga 271 Nautical Mile
Terkini
-
Mengenal Badabida, Lulur Ketan Hitam Warisan Perempuan Kaili Sulawesi Tengah
-
Dua Kali Gagal CASN, Andika Gugat UU Polri karena Kurangi Kesempatan Sipil di Pemerintah
-
Ironi Yogyakarta, Termasuk Provinsi Paling Bahagia Tapi Catat Suicide Tertinggi RI
-
Bukan Cuma Tangguh, REDMI Note 17 Series Tampil Premium dengan Layar Lebih Imersif
-
Ulasan Buku Modal Ngeblog Bisa Sampai Yurop: Meraih Peluang Lewat Tulisan
-
Tinjau Penanganan Karhutla Kalimantan, Gibran Minta Maaf Kondisi Udara Belum Pulih
-
Jalan Sore Pukul Panci, Suara Ibu Indonesia Protes MBG di Jogja
-
Memahami Model Komunikasi Lasswell untuk Analisis Media Massa
-
Cara Penjumlahan dan Pengurangan Pecahan Beda Penyebut yang Wajib Dikuasai
-
Muncul Isu Aksi Massa Black September, Analis Yakin Polri Mampu Tangani