Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi hanya konsentrasi mengusut aliran dana ilegal yang diduga diterima oleh tersangka Menteri ESDM Jero Wacik. Dengan demikian, permasalahannya tidak bercabang sehingga bisa diselesaikan secara cepat.
"Betul, istri dan anak tersangka sudah diperiksa, tetapi konsentrasi KPK saat ini hanya di Pak JW dalam kapasitas sebagai tersangka. Dan apakah ada dana-dana lain di luar itu, perlu dikemukakan lagi konsentrasi KPK adalah dana yang didapatkan atau diterima oleh Pak JW tidak oleh pihak-pihak lain," kata Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto di gedung KPK, Rabu (3/9/2014).
Kendati demikian, KPK masih akan tetap mendengar dan memperhatikan aliran dana lain terkait masalah pengadaan dana operasional di Kementerian ESDM.
"Dalam penyidikan itu, kita fokus kepada perkara yang sudah dipenyidikan dan pelaku tersangka yang sudah disebutkan tadi. Untuk alat bukti tentu yang terkait dengan pembuktian akan dilakukan pemeriksaan, sedangkan menyangkut yang lain-lain itu, tentu KPK akan menyimak dan mengiventarisir, sejauhmana juga keterangan-keterangan itu relevan, akurat untuk penegakan hukum, supaya tidak bercabang-cabang dari awal sehingga bisa tuntas," kata Wakil Ketua KPK lainnya, Zulkarnain.
Menteri ESDM dijerat dengan Pasal 12 Huruf E juncto Pasal 23 juncto Pasal 421 KUHP.
Jero Wacik merupakan menteri kedua dari Partai Demokrat yang terjerat kasus korupsi. Sebelumnya, Menpora Andi Mallarangeng yang sekarang sudah divonis empat tahun penjara.
Selain masih aktif menjadi menteri, Jero Wacik juga anggota DPR terpilih yang akan segera dilantik. Setelah ia jadi tersangka, posisinya sebagai menteri dan anggota DPR sudah pasti terancam.
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Malam Ini Dijemput dari RS Polri! Roy Suryo dan dr Tifa Kembali Masuk Sel Tahanan
-
SPMB Jakarta 2026 Paling Siap, Jabar Masih Dihantui Masalah Sistem dan Transparansi!
-
Sukseskan Program Presiden, Mendagri Tinjau Program BSPS di Jayapura
-
Roy Suryo dan dr Tifa Sakit Usai Ditangkap Kasus Ijazah Jokowi, Gibran: Semoga Segera Sembuh!
-
Bantah Cuma Galak ke Ojol, Dishub DKI: Mobil Pribadi Parkir Liar Banyak Kami Derek!
-
Tanpa APBD! Pramono Anung Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas, Jamin Patung Sudirman Tak Digeser
-
Buntut Kasus Sulis, Dishub DKI Janji Siapkan Parkir Khusus Ojol di Mal
-
Penyintas Bencana di Pidie Jaya Ubah Dana Stimulan Jadi Modal Usaha
-
Mulai Besok! Eks Karyawan Hotel Sultan Wajib Lapor ke Posko GBK Demi Kepastian Nasib
-
'Efisiensi Tebang Pilih', Ekonom CELIOS: Dana Transfer Dipangkas Bikin Daerah Mandul!