Suara.com - Presiden terpilih Joko Widodo memberikan perhatian terhadap pertanian agar Indonesia kembali bisa swasembada pangan.
Jokowi sangat konsen untuk membangun sawah baru dan meningkatkan hasil pertanian.
"Negara kita ini luas, bisa membangun sawah baru. Tapi siapkan dulu airnya, bendungannya," ujar Jokowi dalam dialog bertajuk Musyawarah Nasional Seknas Tani di Perpustakaan Nasional, Jakarta Pusat, Senin (4/9/2014).
Setelah menyiapkan cara mendatangkan air untuk mengaliri sawah, barulah mencari lahan yang tepat untuk pertanian.
"Kalau mau mengonversi yang dulu sawah, yang sudah menjadi lahan lain, ya memang harus cari penggantinya. Kalau tidak ya nggak bakal bisa swasembada. Nggak bisa kita berkedaulatan pangan," kata dia.
Jokowi berharap tiga atau empat tahun lagi Indonesia bisa swasembada pangan.
"Yakinlah kalau para petani semangatnya seperti itu, tiga empat tahun harusnya sudah ketemu. Beras, gula bisa swasembada pangan. Kelihatan kok lapangannya yang harus dibenahi apa. Lapangannya yang harus diperbaiki apa," ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Panas! Ade Armando Batal Maaf ke Jusuf Kalla Jika Laporan Polisi Tak Dicabut
-
Studi Ungkap Dilema Nikel: Dibutuhkan untuk Energi Bersih, tapi Ancam Lingkungan
-
Bidik Tersangka Tragedi Bekasi: Polisi Periksa 39 Saksi dari Pejabat KAI hingga Bos Taksi Green SM
-
Cek Fakta: Benarkah Hantavirus Disebabkan Efek Samping Vaksin Covid-19 Pfizer?
-
Kasus Kekerasan Gender Tembus 376 Ribu, LBH APIK Ungkap Lemahnya Perlindungan Korban
-
Eks Gubernur Sultra Nur Alam Dilaporkan ke KPK Terkait Korupsi Dana Unsultra Rp12 Miliar
-
Detik-Detik Sopir Taksi Green SM Selamat dari Maut Sebelum KRL Ditabrak Argo Bromo
-
AS Langgar Gencatan Senjata, Militer Iran Panaskan Mesin Siap untuk Perang Lagi
-
Teka-teki Sisa Tiner di Balik Kebakaran Maut Rumah Anggota BPK Haerul Saleh
-
Perang AS-Israel vs Iran Guncang ASEAN, Presiden Filipina Desak Negara Asia Tenggara Bersatu