Suara.com - Saksi korban kasus dugaan pelecehan seksual yang diduga dilakukan Gubernur Riau Annas Maamun diperiksa selama empat jam oleh penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum Badan Reserse dan Kriminal Mabes Polri.
"Tadi kami mendapat 20 pertanyaan dan di dalam tadi diperiksa selama sekitar empat jam," kata kuasa hukum saksi korban, Erwin Mahatma usai pemeriksaan di Bareskrim Mabes Polri di Jakarta, Jumat (5/9/2014).
Menurut Erwin, saksi korban WW mendapat pertanyaan-pertanyaan yang bersifat mendasar mengenai laporan dugaan pelecehan seksual tersebut serta kronologis kejadian.
"Kondisinya (WW) sejauh ini masih agak trauma," ujarnya.
Ketika ditanya mengenai kemungkinan penyidik untuk memanggil terlapor, yaitu Gubernur Riau Annas Maamun, Erwin mengatakan hal itu masih harus menunggu hasil pengembangan penyidikan.
"Kita harus hormati prosedur hukum yang berjalan," katanya.
Sementara itu, WW yang ditemui seusai menjalani pemeriksaan berusaha menghindar dan enggan menjawab pertanyaan.
Namun, saat ditanya mengenai pemanggilan untuk pemeriksaan berikutnya, WW mengatakan hanya akan menunggu kabar dari kuasa hukumnya.
"(Soal pemanggilan berikutnya) nanti saya diberitahu," katanya.
Korban dugaan pelecehan seksual berinisial WW itu tiba di Bareskrim Mabes Polri sekitar pukul 11.30 WIB dengan didampingi dua orang kuasa hukumnya.
Setelah tiba, WW langsung memasuki ruang Bareskrim Polri tanpa memberikan komentar. Mantan anggota DPD RI berinisial ST, melaporkan Gubernur Riau Annas Maamun ke polisi karena diduga telah melecehkan putrinya, WW. Annas dilaporkan ke Bareskrim Polri pada 27 Agustus 2014 dengan laporan polisi Nomor LP/797/VIII/2014/Bareskrim.
WW mengaku dilecehkan Annas saat mengajukan dana bantuan seminar. Selain WW, ada satu perempuan lain yang juga mengaku menjadi korban pelecehan Gubernur Riau itu, namun tidak melapor ke polisi. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir
-
Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk
-
Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa
-
Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu
-
12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang
-
Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati
-
Uang Tunai Rp65 Juta Jadi Abu, Tabungan Lansia di Blora Ludes akibat Kebakaran Rumah
-
Presiden Prabowo Berduka atas Kepergian Jenderal Ryamizard Ryacudu
-
Remaja Putri Tewas Terjebak Saat Api Mengamuk di Bengkel Cikupa
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend