Suara.com - Aksi pelelangan bendera kelompok Negara Islam, yang sebelumnya menyebut diri mereka Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), memantik kontroversi di Australia.
Media-media Australia mengecam aksi yang direkam di Sydney dan diunggah ke YouTube itu. Surat kabar The Daily Telegraph, dalam editorialnya, Minggu (7/8/2014), mengatakan bahwa aksi lelang yang dilakukan di depan anak-anak itu sebuah "perkembangan yang mengkhawatirkan."
Dalam video itu sendiri terlihat petugas lelang memegang bendera berwarna hitam bertuliskan kalimat tauhid dalam warna putih dan dalam pola bulat, mirip seperti bendera ISIS.
Meski demikian, juru bicara masjid Markaz Imam Ahmad (MIA), tempat pelelangan itu digelar, mengatakan bahwa tidak ada yang perlu dikhawatirkan tentang acara itu.
"Itu hanya acara pengumpulan dana untuk membeli bangunan yang kami gunakan itu," kata Mohamed Rima, juru bicara MIA.
Menurut Rima, ISIS telah membajak bendera yang sudah menjadi simbol Islam selama berabad-abad.
"Bendera ini sudah ada selama lebih dari 1000 tahun, jauh sebelum organisasi teroris manapun menyalahgunakannya untuk tujuan politik," jelas dia, seperti dikutip The Daily Telegraph.
Adapun dalam pernyataan resminya, MIA mengatakan bahwa bendera itu adalah simbol penting dalam Islam, yang mengandung pilar pertama dalam Islam yakni kalimat syahadat, "Bahwa Tiada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Rasul Allah."
Sementara uang yang dikumpulkan dalam pelelangan itu akan digunakan untuk membeli bangunan yang dijadikan masjid dan tidak ada hubungannya dengan kelompok teroris.
Tetapi menanggapi pelelangan itu, Menteri Utama New South Wales, Mike Baird mengatakan bahwa bendera ISIS bisa dilarang di wilayahnya.
"Itu akan kami pertimbangkan dan kami akan bekerja sama dengan berbagai komunitas untuk itu, tetapi kami tidak bisa membiarkan aktivitas apa pun yang mempromosikan terorisme, (dan) mendukung terorisme," kata Baird. (Al Arabiya)
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Prakiraan Cuaca di Kota-kota Besar Hari Ini: Bandung dan Bandar Lampung Hujan Lebat
-
BPBD dan Dinkes Antisipasi Dampak Asap Kebakaran Pabrik Sandal di Tangerang
-
Kebakaran Hebat Pabrik Sandal di Tanah Tinggi Tangerang, Asap Pekat Selimuti Langit Malam
-
Pesta Ulang Tahun Jakarta: Untuk Siapa Gemerlap Itu Bersinar?
-
Senator Republik Prediksi Donald Trump Bakal Ambil Paksa Selat Hormuz
-
Lautan Manusia di PRJ! Kembang Api Hiasi Langit Jakarta Sambut HUT ke-499
-
Selat Hormuz Ditutup Iran, Kesepakatan Damai dengan AS Kian Sulit Gegara Ulah Israel
-
Wamenpar Wanti-wanti Pelaku Wisata Dieng: Utamakan Keselamatan di Tengah Lonjakan Turis!
-
Malam Ini Dijemput dari RS Polri! Roy Suryo dan dr Tifa Kembali Masuk Sel Tahanan
-
SPMB Jakarta 2026 Paling Siap, Jabar Masih Dihantui Masalah Sistem dan Transparansi!