Suara.com - Kini, warga komplek Caltex, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, bisa bernafas lega. Pasalnya, jalan masuk ke rumah mereka kini diaspal oleh Dinas Pekerjaan Umum, padahal puluhan tahun sebelumnya dibiarkan begitu saja.
Ada cerita menarik sebelum jalan perumahan tersebut diaspal oleh petugas Dinas PU.
Cerita ini disampaikan oleh warga Komplek Caltex bernama Muhammad Yusrizki. Sebulan yang lalu ia mengirimkan pesan singkat (SMS) kepada Wakil Gubernur Basuki Tjahaja Purnama ke nomor 0819 27666999 untuk mengadukan kondisi jalan di perumahannya. Nomor tersebut didapatkan dari pemberitaan di media massa.
"Puluhan tahun jalan masuk ke rumah saya yang buntu ini tidak pernah beraspal, satu bulan yang lalu, saya SMS Pak Ahok," kata Yusrizki.
Dan benar ada direspon. Tepatnya seminggu yang lalu, Yusrizki mendapat telepon dari petugas Dinas PU.
"Tiga hari yang lalu jalan ini diaspal," kata Yusrizki.
Yusrizki mengungkapkan setelah jalan masuk ke rumahnya diaspal, sekarang anak-anak bisa bermain sepeda dan orang-orang tua bisa jalan kaki atau menjalankan kursi rodanya. "Tanpa takut tersandung batu," kata Rizki.
Yusrizki mengapresiasi Ahok dengan mengatakan bahwa Ahok tidak hebat, ia hanya menjalankan tugas yang semestinya dilakukan oleh seorang Wakil Gubernur (calon Gubernur) dalam melakukan pelayanan publik.
"Yang sayangnya tidak dilakukan oleh gubernur dan wakil gubernur sebelumnya," kata Yusrizki.
"Zaman sepertinya bener-bener sedang berubah, pemerintah dan pemimpin sudah mulai hadir dalam bentuk yang paling sederhana; melayani masyarakatnya. Semoga ini pertanda baik untuk Jakarta dan Indonesia," Yusrizki menambahkan.
Tak hanya itu, Yusrizki pun mengunggah foto jalan masuk ke rumah warga yang baru diaspal. Di ujung jalan terlihat anak-anak kecil tengah bermain. Di foto yang lain, anak-anak tengah berpose dengan dua jarinya saat dipotret. Foto lain lagi memperlihatkan seorang ibu tersenyum di atas kursi roda di tengah jalan bersama ibu lainnya.
Yusrizki mengatakan panjang jalan buntu yang diaspal 40-60 meter.
"Pendek kan? Tapi puluhan tahun gak disentuh. Padahal gak jauh juga rumah saya kan. Bukan pinggiran banget gitu," kata dia kepada suara.com.
Yusrizki menambahkan pelayanan publik yang dilakukan pemerintahan Joko Widodo dan Ahok seperti yang dilakukan di jalan Komplek Caltex, sesungguhnya bukan hal yang baru.
"Sudah banyak case yang kayak gitu. Memang Jokowi-Ahok mebuka informasi publik dan responsif sejak awal memerintah, kan. Bukan berita barulah," kata Yusrizki.
Berita Terkait
-
Imbas Proyek LRT Fase 1B, Halte Transjakarta Manggarai Ditutup
-
Sidang Air Keras Andrie Yunus: Pakaian Korban hingga Air Keras Dihadirkan sebagai Bukti
-
Kabar Gembira! Pajak Kendaraan Listrik di Jakarta Tetap Nol Rupiah, Ini 5 Fakta Terbarunya
-
Kecewanya Orang Nomor Satu The Jakmania Duel Persija vs Persib Gagal di Jakarta
-
Persija vs Persib Dipindah ke Samarinda, Bung Ferry: Mauricio Souza Kecewa Berat
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat