Suara.com - Penyelenggara ajang Miss Asia Pacific World Super Talent 2014 merespon pernyataan mantan ratu kecantikan Myanmar May Myat Noe yang heboh diberitakan di media sosial. Penyelenggara juga merilis sebuah foto May yang sedang berbaring usai menjalani operasi plastik. Foto itu diungkap untuk membantah klaim May yang mengatakan dirinya dipaksa menjalani operasi plastik.
Dalam konferensi pers yang digelar pada 2 September 2014 lalu, May mengaku dipaksa menjalani operasi pembesaran payudara yang sebenarnya tidak ingin ia lakukan. Perempuan bernama asli May Myat Noe That Htet Aung itu juga menuding panitia penyelenggara memalsukan usianya, yang sebenarnya 16 tahun, menjadi 18 tahun.
Panitia pun membantah klaim tersebut. Lewat rilis persnya pada tanggal 5 September, panitia penyelenggara mengklarifikasi tudingan tersebut. Dalam laporan berjudul "Lies made by Miss Aung", panitia menulis poin-poin yang mereka sebut sebagai kebohongan May.
Salah satunya adalah pernyataan May yang mengaku membintangi sebuah film komersial tanpa dibayar. Panitia membantah pernyataan tersebut dan mengatakan May mendapat bayaran sebesar 20 juta Won untuk film tersebut.
Terkait pernyataan May yang mengaku dipaksa ikut operasi pembesaran payudara, mereka mengatakan,"dia sudah kembali ke negaranya (Myanmar) dari rumah sakit dan berbohong ketika mengaku dipaksa menjalani operasi tersebut". Rilis pers tersebut disertai pula foto-foto May yang diduga sedang berada di rumah sakit, dalam tahap pemulihan usai menjalani operasi plastik.
Panitia juga menuding ia berbohong soal permintaan panitia yang menyuruhnya melakukan aktivitas seksual. Namun tidak dijelaskan secara rinci mengenai hal ini. Sebelumnya, May memang mengaku disuruh menemani sejumlah pengusaha kaya agar mendapat uang untuk membiayai rekaman album musiknya.
Nama May mengemuka setelah juara pemilihan ratu kecantikan asal Myanmar itu dituduh membawa kabur mahkota kemenangannya dari Korea Selatan, tempat penyelenggaraan ajang tersebut, ke Myanmar, kampung halamannya. May membantah tuduhan tersebut dan mengaku baru gelarnya dicopot darinya setelah ia tiba di Myanmar. Menurut penyelenggara, May dicopot karena dinilai tidak berterima kasih pada penyelenggara dan berbohong.
Dalam konferensi pers beberapa waktu lalu, May membeberkan nasib buruknya ketika menjadi ratu kecantikan di Korea Selatan itu. May juga mengatakan baru akan mengembalikan mahkota kemenangannya jika pihak penyelenggara meminta maaf. (Asia One)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
Terkini
-
Iran Sebar Video AI Yesus Pukul Kepala Donald Trump Sampai Jatuh ke 'Neraka'
-
8 Fakta Serangan Donald Trump ke Paus Leo XIV yang Tak Henti-Henti
-
Berani! Anggota DPR Polandia Pamer Bendera Israel Bergambar Nazi di Sidang Parlemen
-
Menaker Dorong Balai K3 Perkuat Pencegahan, Tekan Angka Kecelakaan Kerja
-
Dalih Akses Sulit, Pasukan Oranye di Matraman Sapu Sampah ke Sungai: Langsung Kena SP1
-
Bela Donald Trump, Ketua DPR AS Sebut Paus Leo XIV Harusnya Siap Dikomentari
-
PM Armenia Pamer Kedeketan dengan Rusia, Komunikasi Sangat Intensif
-
Janji Xi Jinping kepada Trump: Pastikan Tak Ada Pasokan Senjata China untuk Iran
-
Rusia Bela Hak Nuklir Iran, Lavrov Sebut Pengayaan Uranium untuk Tujuan Damai
-
Kisah Siswa Pulau Batang Dua Tempuh Ujian Kelulusan di Tenda Pengungsian