Suara.com - Garnett Spears, bocah asal Chestnut Ridge, New York, Amerika Serikat (AS) diduga dibunuh oleh ibu kandungnya sendiri, Lacey Spears.
Di tubuh bocah lima tahun itu, ditemukan natrium berkadar tinggi, yang diduga berasal dari garam. Garam tersebut diduga telah diberikan kepada Garnett sejak dia masih bayi.
Kematian Garnett, sejatinya, telah terjadi pada Januari lalu. Akan tetapi, penyidik menemukan adanya kejanggalan, hingga terus melakukan penyidikan hingga kini.
Hasil penelusuran berujung pada ditemukannya gangguan kejiwaan di dalam tubuh Lacey. Perempuan 26 tahun itu diyakini menderita Postpartum Depression dan Manchausen Syndrome.
Meski demikian, dalam sidang beberapa waktu lalu, Lacey menegaskan bahwa dirinya tidak bersalah, apalagi membunuh anak kandungnya sendiri.
Saat ini, Lacey, yang sempat melarikan diri ke Kentucky setelah kematian Garnett, masih ditahan di penjara Wstchester County. Dia diawasi ketat karena pernah melakukan upaya bunuh diri. (Dailymail)
Berita Terkait
-
Bangkai Kadal dalam Makanan Pemerintah, 300 Siswa Dilarikan ke RS
-
Didakwa Membunuh Putranya yang Autis, Ibu Ini Terancam Hukuman Mati
-
Lelaki 93 Tahun Didakwa Terlibat Pembunuhan 300.000 Orang
-
Pembunuhan Mahasiswi Undip, Polisi Telusuri Pelaku Lain
-
Oscar Pistorius Akan Tulis Buku Baru Tentang Kisahnya
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
Terkini
-
Nadiem Makarim: Jadi Menteri Umur 35 Tanpa Pengalaman, Banyak yang Tersinggung
-
Balita Meninggal Usai Tindakan Sedasi di RSUD Prambanan, Keluarga Laporkan Dugaan Malapraktik
-
Viral 'Pulau Sampah' di Muara Angke: Bagaimana Berakhir di Sana dan Apa Bahaya Tersembunyinya?
-
Pledoi Nadiem Makarim: Di Swasta Jujur Dihargai, di Pemerintah Kelugasan Dianggap Sombong
-
Detak Jantung Matahari Tak Lagi Normal, Ilmuwan Khawatir Efeknya Membahayakan Bumi
-
Sorot Transparansi Biaya Lawatan Prabowo, CELIOS Ingatkan Risiko Penggunaan Kocek Pribadi
-
Florida Gugat Sam Altman dan OpenAI, ChatGPT Dituding Membahayakan Anak-anak
-
Hasto Kristiyanto: Pancasila Merupakan Gugatan terhadap Imperialisme dan Kolonialisme
-
Kiamat, Langit Siang Mendadak Gelap! Kesaksian Warga Saat Badai Pasir Raksasa Menerjang
-
Analis: Presiden Prabowo Kini Terhimpit di Antara PDIP dan Jokowi