Suara.com - Ketua DPP Partai Golkar, Tantowi Yahya, mengaku prihatin atas ditangkapnya Gubernur Riau, Annas Maamun, oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), hari ini.
"Prihatin kita mendengar. Saya nggak bisa komentar lebih lanjut, karena menunggu proses selanjutnya," kata Tantowi di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (25/9/2014).
Tantowi menambahkan, Partai Golkar juga belum bisa berbuat apa-apa atas peristiwa ini. Sebab menurutnya, hal itu masih menunggu proses hukum yang berjalan. Annas yang merupakan Ketua DPD Partai Golkar Riau ini pun sejauh ini belum menjadi tersangka.
"Kan baru tertangkap, belum tersangka. Kita lihat, ada dua hal, kalau aspek keanggotaan kewenangan DPP, (itu) menunggu keputusan tetap pengadilan, baru partai akan ambil sikap beri sanksi. Tapi kalau terkait status beliau sebagai Gubernur, itu bukan ranah DPP. Itu ranah pemerintah. Pemerintah bagaimana?" katanya.
Seperti diberitakan, KPK hari ini melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap beberapa orang, yang salah satunya disebutkan adalah Gubernur Riau Annas Maamun. Belum jelas atas kasus apa Annas ditangkap, tapi antara lain diduga karena penyuapan terhadap oknum polisi terkait kasus pelecehan seksual yang menimpanya. Namun, ada juga dugaan penyuapan masalah lahan di Riau.
Berita Terkait
-
Viral Napi Korupsi Asyik Ngopi di Luar Rumah Tahanan, Petugas Pengawal Langsung Dicopot!
-
Tuduh Jubir KPK Sebar Fitnah Soal Sitaan Barang, Faizal Assegaf Lapor ke Dewas
-
Di Balik Layar OTT KPK: Membongkar Gurita Sindikasi 'Jatah Preman' Kepala Daerah Lewat Ajudan
-
Napi Koruptor Nikel Supriadi Kepergok Santai di Ruang VVIP Coffee Shop, Ditjenpas Periksa Kalapas!
-
Tak Cuma Kepala Dinas, Bupati Tulungagung Diduga Peras Sekolah dan Camat
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
Terkini
-
Berani! Anggota DPR Polandia Pamer Bendera Israel Bergambar Nazi di Sidang Parlemen
-
Menaker Dorong Balai K3 Perkuat Pencegahan, Tekan Angka Kecelakaan Kerja
-
Dalih Akses Sulit, Pasukan Oranye di Matraman Sapu Sampah ke Sungai: Langsung Kena SP1
-
Bela Donald Trump, Ketua DPR AS Sebut Paus Leo XIV Harusnya Siap Dikomentari
-
PM Armenia Pamer Kedeketan dengan Rusia, Komunikasi Sangat Intensif
-
Janji Xi Jinping kepada Trump: Pastikan Tak Ada Pasokan Senjata China untuk Iran
-
Rusia Bela Hak Nuklir Iran, Lavrov Sebut Pengayaan Uranium untuk Tujuan Damai
-
Kisah Siswa Pulau Batang Dua Tempuh Ujian Kelulusan di Tenda Pengungsian
-
ILUNI UI Soroti Risiko Hukum di Balik Transformasi BUMN: Era Baru, Tantangan Baru
-
H-7 Keberangkatan, Pemerintah: Persiapan Haji 2026 Hampir Rampung 100 Persen