Suara.com - Satuan Reserse dan Kriminal Polres Sukabumi, Kabupaten Sukabumi memburu penyebar video asusila warga Ciwaru, Kecamatan Ciemas yang berjudul "Asli Anak Ciwaru Ciemas Sukabumi".
"Kami sudah mendapatkan identitas penyebar video mesum itu dan saat ini anggota dari Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Sukabumi tengah mengejar daftar pencarian orang (DPO) itu," kata Kasat Reskrim Polres Sukabumi, AKP Galih Wisnu Pradipta kepada Antara, Kamis (23/10/2014).
Menurut Galih, selain memburu penyebar video berdurasi sekitar 15 menit tersebut pihaknya sudah menetapkan tersangka kepada pelaku pria yang beradegan mesum tersebut yakni Dinar (25) warga Kampung Jalan Cagak, Desa Ciwaru, Kecamatan Ciemas berprofesi sebagai nelayan. Namun, setelah ditangkap warga pelaku melarikan diri dan saat ini juga masih dalam pengejaran.
Untuk pelaku wanita sudah dimintai keterangan dan dikembalikan ke orang tuanya karena masih berstatus sebagai korban. Keterangan yang didapat dari hasil pemeriksaan tersebut, si pelaku wanita dipaksa untuk beradegan mesum dan di bawah ancaman, selain itu diperas oleh tersangka.
Namun, karena tidak menuruti kemauan tersangka dan DPO akhirnya video tersebut diunggah dan disebar melalui situs Youtube. Namun, pihaknya masih mengembangkan kasus ini untuk mengungkap modus di balik penyebaran video mesum yang sempat menggemparkan warga sekitar.
"Walaupun video itu sudah dihapus di Youtube, tetapi kami tetap akan menelusurinya dan segera menangkap otak pelaku penyebaran video porno ini. Dan untuk sementara, baru dua orang yang kami tetapkan menjadi tersangka yakni pelaku pria pada video itu dan pengunggah video tersebut," katanya. [Antara]
Tag
Berita Terkait
-
Video Bandar Membara Diburu di Media Sosial, Pemeran Pria Kini Jadi Tersangka
-
Jual Video Asusila via Telegram, Pasangan Muda di Kediri Ditangkap Polisi
-
Viral Pria di Pamulang Sebar Brosur Jasa Esek-esek ke Anak Kecil, Diduga Idap HIV
-
Di Balik Rimbun Hutan Cawang: Jerat Asusila, Tembok Beton, dan Ruang Publik yang Sekarat
-
Guru Lakukan Hal Tak Senonoh pada 22 Siswa, Komisi X DPR RI Desak Sanksi Tegas
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
AI hingga Microchip, RI-China Buka Jalan Baru Kerja Sama Teknologi
-
Kalimantan Belum Selesai, Karhutla Kini Kepung Papua Tengah: Api Makin Meluas
-
Tampang Maulana Paputungan Ayah Keji Pembunuh Disertai Mutilasi Anak Kandung di Merauke
-
Beli Voucher Game di BRImo Dapat Cashback Saldo 50 Persen
-
Investasi RI Tembus Rp1.010 Triliun, HIPMI Dorong Pengusaha Lokal Ikut Menikmati Dampaknya
-
Karhutla Kalimantan Mengganas, Presiden Prabowo Optimistis Bisa Segera Dijinakkan
-
22,69 Juta Pengguna Kripto RI, Tantangan Berikutnya Bikin Mereka Tak Lari ke Platform Asing
-
Bukan Sekadar Hitung Langkah, Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Atur Beban Latihan
-
Korban FOMO Merapat! Eksotisnya Wajah Sungai Bogowonto Purworejo Saat Surut
-
Prabowo Tak Main-Main! Bidik 4 Korporasi di Balik Karhutla Kalimantan, Izin Bakal Dicabut