Suara.com - Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla mengaku puas dengan komposisi kabinet kerja masa bakti 2014-2019 yang telah resmi dilantik di Istana Negara Jakarta, Senin (27/10/2014).
"Sangat puas dengan komposisi yang ada," kata Wapres Jusuf Kalla.
Ketika ditanyakan mengapa sejak Minggu (26/10/2014), JK tidak banyak memberi komentar terkait pengumuman kabinet kerja oleh Presiden Joko Widodo, JK mengatakan hanya kelelahan saja.
"Hanya lelah saja," ucapnya.
Berikut susunan kabinet yang baru saja dilantik di Istana Negara siang ini:
1. Sekretaris Negara: Pratikno
2. Sekretaris Kabinet: Andrinof Chaniago
3. Menteri Kemaritiman: Indroyono Soesilo
4. Menko Polhukam:Tedjo Edy Purdjianto
5. Menko Perekonomian: Sofyan Djalil
6. Menteri Pembangunan Manusia dan Kebudayaan: Puan Maharani
7. Menteri Perhubungan: Ignasius Jonan
8. Menteri Kelautan dan Perikanan: Susi Pudjiastuti
9. Menteri Pariwisatan: Arief Yahya
10. Menteri ESDM: Sudirman Said
11. Menteri Dalam Negeri: Tjahjo Koemolo
12. Menteri Luar Negeri: Retno Lestari
13. Wakil Menteri Luar Negeri: A.M Fachir
14. Menteri Pertahanan: Ryamizard Ryacudu
15. Menteri Hukum dan HAM: Yasonna H Laoly
16. Menteri Kominfo: Maruarar Sirait
17. Menteri PAN&RB: Yuddy Chrisnandy
18. Menteri Keuangan: Bambang Brojonegoro
19. Wakil Menteri Keuangan: Mardiasmo
20. Menteri BUMN: Rini Soemarno
21. Menteri Koperasi dan UKM: Aang Puspayoga
22. Menteri Perindustrian: Saleh Husin
23. Menteri Perdagangan: Rahmat Gobel
24. Menteri Pertanian: Amran Sulaiman
25. Menteri Tenaga Kerja: Hanif Dhakiri
26. Menteri PU dan Perumahan Rakyat: Basuki Hadimuljono
27. Menteri LH dan Kehutanan: Siti Nurbaya
28. Menteri Agraria dan Tata Ruang: Ferry Mursyidan Baldan
29. Menteri Agama: Lukman Hakim Saifuddin
30. Menteri Kesehatan: Nila F Moeleok
31. Menteri Sosial: Khofifah Indar Parawansa
32. Menteri Pemberdayaan Perempuan: Yohanan Yambise
33. Menteri Pendidikan: Anies Baswedan
34. Menteri Ristek: M Nasir
35. Menpora: Imam Nahrawi
36. Menteri PDT dan Transmigrasi: Marwan Jafar
Berita Terkait
-
Jusuf Kalla Ingatkan Dampak Perang Iran-Israel, Subsidi Energi dan Rupiah Terancam
-
Bahas Konflik Timur Tengah, Ini Poin yang Jadi Sorotan JK dan Eks Dubes
-
Tokoh Lintas Generasi Temui JK, Sudirman Said: Kita Harus Perkuat Kepemimpinan Intrinsik
-
Jusuf Kalla: Kebijakan Ekonomi Presiden Prabowo Harus Dievaluasi Total
-
Ingatkan Pemerintah, JK Minta Indonesia Jangan Hanya Menjadi Pengikut Donald Trump
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Pesawat Tanker AS Jatuh di Irak, Amerika Sebut Kecelakaan tapi Iran Klaim Ditembak Rudal
-
Kebakaran Hebat di Tambora Jakbar, 25 Rumah Hangus dan 206 Warga Terpaksa Mengungsi
-
Andrie Yunus Disiram Air Keras, Menko Yusril: Pola Serangan Terencana dan Terorganisir
-
Serangan Brutal AS-Israel Sengaja Targetkan Anak-anak, Kemenkes Iran Rilis Data Mengerikan
-
Pakar UGM Kritik Serangan AS ke Iran: Ada Standar Ganda Soal Nuklir Israel
-
Solidaritas Tanpa Batas: Warga Iran Tetap Bela Palestina di Tengah Gempuran Rudal AS-Israel
-
GMNI Kecam Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus, Minta Prabowo dan Kapolri Bertindak
-
TMP Bakal Dikelola Kemenhan, Gus Ipul Sebut Kemensos Tak Punya Kapasitas Cukup
-
Isu Sanksi AS Usai Indonesia Borong Rudal BrahMos Rp 5,9 Triliun, Pakar Buka Suara
-
Menteri HAM Kecam Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS, Minta Polisi Usut Tuntas