Politisi Partai Keadilan Sosial (PKS), Mahfudz Siddiq, menilai kisruh dualisme yang terjadi di parlemen saat ini akan merugikan pemerintah. Hal itu bertambah parah apabila dibiarkan berlarut-larut.
Menurut dia, bila pimpinan DPR saat ini dinyatakan tidak sah maka persetujuan terhadap perubahan nomenklatur Kementerian di Kabinet Kerja Jokowi-JK juga tidak sah. Akibatnya, kabinet akan sulit bekerja, karena akan ada banyak konsekuensi yang harus ditanggung.
“Soal anggaran Kementerian misalnya. Bila DPR tidak juga selesai kisruhnya maka akan sulit bahas anggaran. Menteri mengatakan akan begini-begitu, ya sulit karena soal pembahasan anggaran saja terhambat,” kata Mahfudz dalam diskusi yang bertajuk "Politik Ribut DPR" di di Warung Daun Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (1/11/2014).
Oleh karena itu dia berharap agar kisruh yang terjadi di parlemen terus dapat diselesaikan dengan secepatnya. Pasalnya, kalau terus berlangsung dan berkepanjangan, maka rakyat akan kecewa dengan para anggota dewan.
"Diharapkan konflik ini dapat segera diselesaikan, karena nanti masyarakat akan kecewa," harapnya.
Seperti diketahui kisruh dualisme pimpinan di Parlemen terjadi lantaran adanya mosi tidak percaya dari kubu Koalisi Indonesia Hebat (KIH) terhadap pimpinan DPR yang dikuasai oleh Koalisi Merah Putih. Mosi tidak percaya ini disampaikan oleh KIH lantaran tidak satupun dari pihaknya yang duduk dalam pimpinan komisi dan alat kelengkapan dewan.
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
Pilihan
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Terkini
-
Sarat Diskriminasi, Entourage Bali Ikut Disorot Pemerintah Australia
-
Karhutla Landa Kawasan Bromo, Empat Hektare Hutan Terbakar
-
Minat Menabung untuk Haji Meningkat, Tabungan Haji Bank Mega Syariah Melonjak 12 Persen
-
Pencuri Ayam di Bali Tewas Diamuk Massa di Depan Anaknya, KSP: Main Hakim Sendiri Bukan Budaya Kita!
-
Jangkau Wilayah Pelosok NTT, BRI Salurkan 82 Persen Total KUR di Nusa Tenggara Timur
-
Usai Bikin Menteri Pendidikan Mundur, Gerakan Kecoak Bakal Tumbangkan PM India?
-
Bocoran Jadwal CPNS 2026, Menpan RB Ungkap Ketentuan Pembukaan Seleksi
-
Tampang Abdul Ballout Pelaku Serangan Berdarah di Berlin Terafiliasi dengan ISIS
-
QRIS dan BI-FAST Jadi Senjata Perkuat UMKM, BI Dorong Pembiayaan Produktif
-
PSSI Harap-Harap Cemas! Klub Belum Kasih Izin, Justin Hubner Absen Bela Timnas Indonesia?