Suara.com - Sejumlah anggota DPR mendorong DPR menggunakan hak interpelasi atau hak bertanya untuk menyikapi langkah Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla menerbitkan tiga ”kartu sakti.” Mereka menilai kebijakan tersebut tanpa payung hukum yang jelas dan tidak berkonsultasi lebih dulu dengan Parlemen.
Tiga "kartu sakti" yang dimaksud adalah Kartu Indonesia Sehat, Kartu Indonesia Pintar, dan Kartu Keluarga Sejahtera.
Menanggapi wacana penggunaan hak interpelasi, anggota Fraksi PDI Perjuangan Effendi Simbolon mengatakan bahwa hal itu tidak perlu dilakukan.
"Kalau dibawa untuk proses lebih lanjut (interpelasi) belum perlulah," kata Effendi di Jakarta, Selasa (11/11/2014).
Effendi dapat memahami langkah Presiden dan Wakil Presiden terkait penerbitan tiga "kartu sakti."
Namun di masa mendatang, Effendi meminta Presiden dan Wakil Presiden lebih berhati-hati sebelum mengeluarkan kebijakan agar tidak memunculkan permasalahan baru, terutama di DPR.
"Tapi sebaiknya di pemerintah harus lebih hati-hati ya karena itu bisa berakibat masalah hukum kalau tidak ada landasan hukum untuk mengimplementasikannya," tuturnya.
Selain menilai "kartu sakti" tersebut tidak memiliki dasar hukum, sejumlah anggota DPR juga mempertanyakan sumber anggaran penerbitan kartu karena tidak tercantum dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2014.
Tiga "kartu sakti" yang diluncurkan baru-baru ini merupakan salah satu program unggulan Presiden Jokowi yang dijanjikan dalam kampanye dulu. Program tersebut diluncurkan di saat anggota DPR terus menerus ribut demi mendapatkan jatah kursi alat kelengkapan dewan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai
-
Wamensos Apresiasi Dukungan ESQ Group untuk Pendidikan dan Karier Siswa Sekolah Rakyat
-
Sekolah Rakyat Ubah Jalan Hidup Aldo, Mantan Tukang Las Kini Punya Impian ke Negeri Sakura
-
Bupati Kediri Apresiasi Capaian Siswa Sekolah Rakyat dalam Open House 2026
-
Rano Karno Janji Tuntaskan Banjir Abadi Joglo: Jalan Ambles Aja Kita Perbaiki
-
Washington D.C. Kalah, Jakarta Masuk Peringkat 53 Kota Terbaik Dunia
-
Gaya Dasco Hadapi Aksi Mahasiswa Dipuji, Peneliti: Dobrak Eksklusivitas Senayan
-
Polisi Tangkap 4 Terduga Pelaku Terkait Tewasnya Dua Pria di Saluran Air Bekasi
-
Rano Karno Ajak Generasi Muda Rawat Sejarah dan Hidupkan Nilai Kebudayaan Bangsa
-
Rano Karno: Indonesia Saat Ini Butuh Keberanian Bung Karno