News / Metropolitan
Rabu, 12 November 2014 | 11:23 WIB
Pelaksana tugas Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. [suara.com/Bowo Raharjo]

Suara.com - Sejumlah politisi DPRD DKI Jakarta mendeklarasikan berdirinya Koalisi Merah Putih di Hotel Gran Melia, Jakarta, Selasa (11/11/2014), kemarin. Acara itu dihadiri oleh sejumlah tokoh partai, seperti Amien Rais dan Aburizal Bakrie.

Sejumlah politisi DPRD itu menggulirkan wacana untuk mendorong DPRD menggunakan hak interpelasi (hak minta penjelasan) kepada pelaksana tugas Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.

Mereka akan bertanya kepada Ahok, antara lain mengenai Instruksi Gubernur Nomor 67 Tahun 2014 tentang instruksi pelarangan penjualan dan pemotongan hewan di jalur hijau, taman kota, trotoar, dan fasilitas umum. Hal ini mereka anggap meresahkan.

Menanggapi hal itu, seperti biasa Ahok tetap santai.

"Enggak usah dibicarakanlah, kita kerjaan masih banyak, itu biar mereka aja yang ngomong," ujar Basuki yang biasa disapa Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu, (12/11/2014).

Ahok yang beberapa waktu lalu keluar dari keanggotaan Partai Gerindra karena kecewa, menegaskan tidak mau terjebak pada urusan politik. Ia ingin fokus bekerja membangun Jakarta.

"Kita urus kerjaan aja. Lebih baik fokus soal efisiensi anggaran," kata Ahok.

"Makanya daripada ngomongin politik mah enggak usah dibawa-bawa lah urusan pusat ke jakarta," Ahok menambahkan.

Ahok juga tak mau menanggapi soal kemungkinan fraksi-fraksi di DPRD yang tergabung dalam Koalisi Merah Putih menolak pelantikannya menjadi Gubernur DKI Jakarta.

"Aduh, makanya saya bilang, kita siap kerja ajalah. Perintah Pak Presiden (Jokowi), kerja, kerja, kerja. Enggak usah ngomongin politik yah," kata mantan Bupati Belitung Timur itu.

Sepak terjang Ahok sebagai pemimpin DKI Jakarta selama ini banyak menyinggung banyak kepentingan. Bahkan, ia terus menerus didemo, antara lain oleh Front Pembela Islam, yang menolak pelantikan Ahok menjadi Gubernur.

Load More