Suara.com - Sejumlah politisi DPRD DKI Jakarta mendeklarasikan berdirinya Koalisi Merah Putih di Hotel Gran Melia, Jakarta, Selasa (11/11/2014), kemarin. Acara itu dihadiri oleh sejumlah tokoh partai, seperti Amien Rais dan Aburizal Bakrie.
Sejumlah politisi DPRD itu menggulirkan wacana untuk mendorong DPRD menggunakan hak interpelasi (hak minta penjelasan) kepada pelaksana tugas Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.
Mereka akan bertanya kepada Ahok, antara lain mengenai Instruksi Gubernur Nomor 67 Tahun 2014 tentang instruksi pelarangan penjualan dan pemotongan hewan di jalur hijau, taman kota, trotoar, dan fasilitas umum. Hal ini mereka anggap meresahkan.
Menanggapi hal itu, seperti biasa Ahok tetap santai.
"Enggak usah dibicarakanlah, kita kerjaan masih banyak, itu biar mereka aja yang ngomong," ujar Basuki yang biasa disapa Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu, (12/11/2014).
Ahok yang beberapa waktu lalu keluar dari keanggotaan Partai Gerindra karena kecewa, menegaskan tidak mau terjebak pada urusan politik. Ia ingin fokus bekerja membangun Jakarta.
"Kita urus kerjaan aja. Lebih baik fokus soal efisiensi anggaran," kata Ahok.
"Makanya daripada ngomongin politik mah enggak usah dibawa-bawa lah urusan pusat ke jakarta," Ahok menambahkan.
Ahok juga tak mau menanggapi soal kemungkinan fraksi-fraksi di DPRD yang tergabung dalam Koalisi Merah Putih menolak pelantikannya menjadi Gubernur DKI Jakarta.
"Aduh, makanya saya bilang, kita siap kerja ajalah. Perintah Pak Presiden (Jokowi), kerja, kerja, kerja. Enggak usah ngomongin politik yah," kata mantan Bupati Belitung Timur itu.
Sepak terjang Ahok sebagai pemimpin DKI Jakarta selama ini banyak menyinggung banyak kepentingan. Bahkan, ia terus menerus didemo, antara lain oleh Front Pembela Islam, yang menolak pelantikan Ahok menjadi Gubernur.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
'Ini Tidak Bisa Dilepas!', Nadiem Makarim Muncul Pakai Gelang Detektor di Sidang Korupsi Chromebook
-
KPK Duga Dua Ajudan Bantu Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Terima Gratifikasi
-
Momen Prabowo Tatap dan Tunjuk Menkeu Purbaya di Depan Gunungan Uang Rp10 Triliun
-
Viral Isu Prostitusi Anak di Blok M Libatkan WNA Jepang, Polda Metro Jaya Turun Tangan
-
Jokowi Disebut Sudah Pulih 99 Persen, Siap Keliling Indonesia Juni 2026 Sapa Rakyat
-
DIY Catat Ribuan Kasus ODGJ Berat pada 2025, Mayoritas Usia Produktif
-
Main Game dan Merokok saat Rapat, Anggota DPRD Jember Achmad Syahri Disidang Etik Gerindra Jumat Ini
-
Ibam Divonis 4 Tahun Penjara di Kasus Chromebook, Nadiem Makarim: Itu di Luar Nalar
-
Kejagung Pamerkan Tumpukan Uang Rp10,2 Triliun Setinggi 2 Meter Hasil Denda Kehutanan
-
Blok M Disorot! Polisi Dalami Jaringan Prostitusi Anak yang Diduga Libatkan Warga Negara Jepang