Suara.com - Barisan Relawan Jokowi Presiden menyatakan mendukung pelaksana tugas Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menjadi Gubernur Jakarta hingga 2022. Mereka menilai figur Ahok sangat cocok membenahi kesemrawutan Jakarta.
"Jakarta menjadi kota semrawut seperti sekarang, karena banyak pemimpin sebelumnya tidak bekerja serius. Pertanyaan kita, apakah bekerja baik atau tidak, tak soal siapa pun dia, kita dukung," kata Ketua Umum Bara JP, Sihol Manullang, di Jakarta, Kamis (13/11/2014). Bara JP berdiri 15 Juni 2013 dan merupakan organisasi pertama yang mendukung Jokowi menjadi Presiden.
Sihol menilai anggapan sebagian orang seakan-akan Ahok tidak didukung masyarakat, hanya pepesan kosong.
"Masyarakat bawah, tahunya gubernur bekerja baik atau tidak. Siapa pun didukung rakyat, asalkan memihak rakyat banyak. Jadi elit tidak usah banyak cuap," katanya.
Lembaga-lembaga survei profesional, kata Sihol, hendaknya segera membuktikan apakah Ahok didukung masyarakat atau tidak. Aspirasi publik harus ditampung, termasuk pendapat masyarakat apakah menyetujui cara-cara mengemukakan aspirasi yang belakangan sering anarkis.
"Ketika Anda meminta air minum setelah berjalan kaki jauh, kepada siapa saja yang Anda temui, Anda tidak akan bertanya dulu apakah di pemberi air adalah iblis atau malaikat, siapa dia, suku apa dia. Pun dengan Gubernur Jakarta, soalnya hanya satu, apakah dia bekerja baik atau tidak," katanya memberi ilustrasi.
Bara JP bukan hanya mendukung Ahok menyelesaikan masa jabatan 2012-2017, tetapi juga untuk kembali menjadi Gubernur Jakarta 2017-2022.
"Kalau masa jabatan sekarang tidak dihitung sebagai suatu periode, kami mendukung Ahok menjadi Gubernur hingga 2022," kata dia.
Seperti diketahui, menjelang pelantikan menjadi Gubernur Jakarta, Ahok ditentang banyak kalangan, misalnya demonstrasi yang dilakukan secara bergelombang. Demonstrasi, antara lain dilakukan oleh Front Pembela Islam. Mereka mengaku sudah punya calon sendiri yang dinilai lebih bagus dari Ahok.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas Honda yang Awet, Jarang Rewel, Cocok untuk Jangka Panjang
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- 5 Mobil Diesel Bekas 7-Seater yang Nyaman dan Aman buat Jangka Panjang
- Senyaman Nmax Senilai BeAT dan Mio? Segini Harga Suzuki Burgman 125 Bekas
- 4 Mobil Bekas 50 Jutaan dari Suzuki, Ideal untuk Harian karena Fungsional
Pilihan
-
Izin Tambang Emas Martabe Dicabut, Agincourt Resources Belum Terima Surat Resmi dari Pemerintah
-
Hashim dan Anak Aguan Mau Caplok Saham UDNG, Bosnya Bilang Begini
-
Harga Kripto Naik Turun, COIN Pilih Parkir Dana IPO Rp220 Miliar di Deposito dan Giro
-
Prabowo Cabut Izin Toba Pulp Lestari, INRU Pasrah dan di Ambang Ketidakpastian
-
Guncangan di Grup Astra: Izin Tambang Martabe Dicabut Prabowo, Saham UNTR Terjun Bebas 14%!
Terkini
-
Minta RUU Pidana Mati Segera Dibahas DPR, Wamenkum Usul Metode Suntik dan Kursi Listrik
-
Pegawai SPPG Mau Dijadikan ASN, Alvin Lie Punya Kekhawatiran seperti Ini
-
Gubernur Pramono: Investasi Jakarta Tembus Rp270 Triliun, Ratusan Ribu Pekerja Terserap
-
Duit Pemerasan Bupati Pati Disetor Pakai Karung, Isinya Sampai Recehan Rp10 Ribu
-
Insiden Udara di Bali, Kronologi Helikopter Raffi Ahmad Alami Gangguan Akibat Kabut Tebal
-
Anies Didorong Partai Gerakan Rakyat Maju Pilpres 2029, NasDem: Kita Belum Pikirin!
-
Dasco Luruskan Isu Pencalonan Thomas Djiwandono: Diusulkan BI, Sudah Mundur dari Gerindra
-
Tembus 25,5 Juta Penumpang di 2025, Layanan Gratis Transportasi Jakarta Berlanjut Tahun Ini
-
E-Voting dan Masa Depan Pemilu Indonesia, Sudah Siapkah Kita?
-
Mahfud MD Soroti Masa Depan Demokrasi: Vonis Rudi S. Kamri Keliru, RUU Disinformasi Jangan Ujug-ujug