Suara.com - Kasus alih fungsi hutan di Provinsi Riau yang telah menjadikan Gubernur Riau (non aktif) Annas Maamun tersangka masih dikembangkan penyidik KPK. Dalam kasus ini, mantan Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan juga dimintai keterangan terkait proses pemberian izin.
Usai diperiksa KPK, Selasa(18/11/2014), Annas mengungkapkan kepada wartawan bahwa Zulkifli Hasan saat masih menjadi Menteri Kehutanan mengantarkan sendiri surat izin revisi alih fungsi hutan di Provinsi Riau.
Annas menambahkan pada waktu itu, sebenarnya dia tidak pernah meminta politisi partai Demokrat yang sekarang jadi Ketua MPR itu membawa surat izin, melainkan hanya mengundangnya menghadiri acara hari ulang tahun Provinsi Riau.
"Dia kan gini, waktu ulang tahun provinsi Riau, saya waktu itu minta, dia datang ke Riau. Dan dia datang, dia mengantarkan izin," kata Annas.
Annas juga mengungkapkan dalam pidato pada HUT Provinsi Riau, Zulkifli meminta untuk mengajukan izin kepada Kementerian Perhutanan izin terkait tanah rakyat yang masih berstatus hutan.
"Kemudian dia itu pidato, kalau ada tanah rakyat yang masih status hutan, ajukan kepada saya, maka itulah saya ajukan," kata Annas.
Terkait apakah dalam proses perizinan itu Annas memberikan uang pelicin kepada Zulkifli, Annas mengaku tidak pernah memberikan uang sepeser pun.
"Ga ada, nanti bikin dosa saya, jangan bikin dosa," katanya.
Annas mengaku sudah cukup mengenal Zulkifli Hasan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
Terkini
-
Predator di Balik Tembok Pesantren: Mengapa Kasus Kekerasan Seksual Sulit Diungkap?
-
Bakal Bertemu Prabowo-Gibran? Djarot Beri Sinyal Megawati Hadiri Peringatan Hari Lahir Pancasila
-
3 Kali ke Prancis dalam 5 Bulan, Elite PDIP Pertanyakan Urgensi Kunjungan Presiden Prabowo
-
Sumber Teror Api Misterius di Seyegan Mulai Terkuak, Tim UPN Soroti Gas Metana dari Bekas Rawa
-
Bukan Mistis! Misteri Barang Terbakar Sendiri di Sleman Terungkap, Pakar UGM Bongkar Biang Keroknya
-
Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
-
Prof Uceng: Negara Bukan Takut Film Pesta Babi, Tapi Takut Narasi Alternatif
-
Sebut Film 'Pesta Babi' Aman Secara Hukum, Uceng UGM: Jangan-Jangan Ada Unsur Politik?
-
Ribuan Lansia Jalan Sehat Meriahkan Puncak HLUN 2026 di NTT
-
Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi