Suara.com - Sekretaris Jenderal Partai Golkar versi Munas di Bali, Idrus Marham, membantah partai-partai yang tergabung di Koalisi Merah Putih sudah tidak solid.
"Kalau ada yang bilang tidak solid, itu tidak benar," kata Idrus di DPR, Jakarta, Jumat (12/12/2014).
Idrus mengatakan bukti bahwa KMP masih solid ialah adanya pertemuan di kediaman Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono di Cikeas, Bogor, Jawa Barat, baru-baru ini.
Pertemuan itu dihadiri Ketua Harian Partai Demokrat Syarief Hasan, Dewan Penasihat Fraksi Demokrat Agus Hermanto, Ketua Fraksi Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono, Ketua Umum Umum Partai Golkar versi Munas di Bali: Aburizal Bakrie, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon, Ketua Umum PAN Hatta Rajasa, Ketua Umum PPP Djan Faridz, mantan Ketua Umum PPP Suryadharma Ali, dan perwakilan dari PKS, seperti Aboe Bakar Alhabsy.
"Jadi solid kita, bahkan kemarin itu lebih jauh mendiskusikan bagaimana masa depan Indonesia, bagaimana KMP mengkritisi jalannya pemerintahan. Mulai dari kebijakan BBM, penenggelaman perahu, bagi-bagi kartu (Jokowi-JK), dan banyak yang perlu dikritisi. Kritisi ini jangan dianggap jegal-menjegal, tapi dalam rangka memberikan solusi," katanya.
Dalam pertemuan yang berlangsung selama tiga jam itu, juga membahas Perppu untuk menjamin pilkada langsung. Idrus mengatakan Golkar memutuskan untuk mendukung Perppu.
"Golkar ikuti suara terbanyak KMP yang mendukung Perppu Pilkada dan Perppu Pemda," kata Idrus.
Prediksi bahwa Koalisi Merah Putih akan pecah disampaikan oleh politisi Gerindra Desmon J Mahesa. Ia mengatakan koalisi akan bubar dalam waktu tiga tahun ke depan setelah mendukung Perppu tentang pilkada langsung. Ia menambahkan partai-partai di Koalisi Merah Putih tidak diiikat oleh satu ideologi, melainkan kepentingan politik semata.
Berita Terkait
-
Rencana Wajib Kebun Tebu untuk Industri Rafinasi Dikritik, Prabowo Diminta Turun Tangan
-
Wacana Penghapusan Batas Defisit 3 Persen Berhembus Kencang Jelang Nota Keuangan
-
Diusulkan Jadi Nobel Perdamaian, Makalah MBG yang Cantumkan Nama Prabowo Kini Diinvestigasi
-
Chatib Basri Dikabarkan Jadi Kandidat Kuat Gubernur PFII, Prabowo Segera Tentukan Pilihan
-
Ramai Dibahas! Apa Itu Universitas Republik Indonesia? Begini Penjelasan Lengkapnya
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan
-
Jadwal Padat Piala Presiden 2026 Diprotes Klub, Panpel Klaim Sudah Direstui AFC