Suara.com - Indonesia Corruption Watch bersama sejumlah lembaga swadaya masyarakat melaporkan enam kasus dugaan korupsi penjarahan sumber daya alam senilai Rp201,82 triliun ke Komisi Pemberantasan Korupsi, Jumat (12/12/2014). Kasus tersebut terjadi di berbagai daerah di sektor tata guna lahan dan hutan.
Divisi Investigasi dan Publikasi ICW Lais Abid mengatakan enam daerah yang ditemukan kasus, yakni Provinsi Aceh, Sumatera Selatan, Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, dan Jawa Timur.
"Aktor diduga melibatkan pengusaha, kepala daerah, dan kementerian," kata Lais usai menyerahkan laporan pengaduan ke KPK, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan.
Dia menjelaskan modus operandi yang digunakan pelaku yakni dengan merambah hutan, baik legal maupun ilegal, seperti menebang di wilayah konservasi, menyiasati atau memanipulasi perizinan, tidak membayar dana reklamasi sampai menggunakan broker untuk mengurus perizinan ke penyelenggara negara.
Modus lainnnya, mereka menggunakan proteksi back-up dari oknum penegak hukum dan memanfaatkan posisinya sebagai penyelenggara negara agar perusahaan pribadi bisa memperoleh konsesi.
Lais menambahkan bahwa kerugian negara triliunan rupiah itu dihitung dari tujuh kasus yang terjadi di enam wilayah. Dugaan korupsi dilakukan oleh perkebunan teh, sawit, pertambangan batubara, biji besi, dan magan.
Kerugian terbesar diyakini ICW terjadi perusahaan tambang biji besi di Pulau Bangka, Sulawesi Utara, mencapai Rp200,75 triliun.
"Angka itu dihitung berdasarkan dana reklamasi untuk proyeksi 20 tahun ke depan," katanya. "Kasus korupsi SDA ini harus diprioritaskan, kami meminta izin-izin bermasalah ini segera dihentikan."
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Kasus Yurizal dan Pelajaran Besar tentang Empati Tenaga Kesehatan di Era Media Sosial
-
3 Mantan Pejabat Ditjen Bea Cukai Dicecar Soal Dugaan Suap Impor Barang
-
Ada Lex Specialist Dalam RUU PA: Penyitaan Aset Sebelum Persidangan Pokok Perlu Diuji
-
Raih 106 Juta Views, I Will Find You Masuk Top 10 Serial Populer di Netflix
-
Polda Jateng Tangkap Mahasiswa Penyebar Konten Pornografi Berbasis Deepfake
-
Nasdem Tolak Usulan Pilkada Tanpa Wakil, Ingatkan Risiko Konsentrasi Kekuasaan
-
Pemerintah Kebut MBG di Daerah 3T, Target Papua hingga Maluku Tuntas Pekan Ini
-
4 Awak Terluka dalam Serangan Terhadap Kapal di Laut Hitam
-
Wapres AS: Ada Orang Iran yang Radikal Ingin Perang Berlanjut
-
Raja Juli Antoni dari Partai Apa? Ini Rekam Jejaknya di Politik