Suara.com - Indonesia Corruption Watch (ICW) menyatakan siap mengawasi kinerja Kabinet Kerja Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK). ICW mengangkat slogan “Awas-awas” untuk mengawasi kinerja pemerintahan Presiden Jokowi yang mengusung slogan “Kerja-kerja”
"Kalau Jokowi dengan kabinetnya dengan semangat kerja-kerja, maka kita siap awas-awas dan waspada," kata Ketua Koordinator ICW, Ade Irawan di Kantor ICW Kalibata, Jakarta Selatan, Selasa (28/10/2014).
Hal tersebut disampaikan Ade lantaran adanya sejumlah menteri yang dipilih Jokowi, dinilai memiliki kekurangan dari segi profesionalitas dan kapabilitas.
Dengan demikian ICW berpikir, lanjut Ade, untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih dan tim yang bekerja lebih cepat akan sulit terwujud.
"Hal ini berangkat dari kekhawatiran kami yang menilai menteri yang dipilih Jokowi jauh dari harapan masyarakat, mereka kebanyakan belum teruji pengalaman birokrasinya, dengan demikian kapabilitas dan profesionalnya sangat diragukan," jelas Ade.
Meskipun begitu, dia tetap menghargai pilihan Presiden Jokowi, namun siap mengkritisi capaiannya.
"Ya kita beri kesempatan bekerja dahulu, karena mereka.belum bekerja, nanti kita lihat hasilnya," tutupnya. [Nikolaus Tolen]
Berita Terkait
-
Debat ICW: PSI dan Perindo Soroti Ketergantungan Industri Ekstraktif dan Sponsor Politik
-
Debat ICW: Desak Politisi Lepas Pengaruh Bisnis demi Cegah Konflik Kepentingan
-
Debat ICW vs Politisi Muda: Soroti Larangan Pebisnis Ekstraktif Duduk di Legislatif
-
Audiens Debat ICW Kritik Jawaban Normatif Politisi dan Desak Reformasi Antikorupsi
-
ICW Desak PT Agrinas Pangan Nusantara Buka Informasi Pengadaan Pikap untuk Koperasi Merah Putih
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- 31 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 10 Maret 2026: Sikat Diamond, THR, dan SG Gurun
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- Pelatih asal Spanyol Sebut Persib Bandung Kandidat Juara, Kedalaman Skuad Tak Tertandingi
Pilihan
-
AS Bunuh Ali Khamenei, Menteri Olahraga Iran: Kami Mundur dari Piala Dunia 2026
-
Angkasa Pura: Penerbangan Umrah Dihentikan Imbas Perang di Timur Tengah
-
Yaqut Diperiksa KPK Pekan Ini Usai Praperadilannya Ditolak, Langsung Ditahan?
-
Dua Kali Blunder Kiper Tottenham Antonin Kinsky Bikin Igo Tudor Kehabisan Kata-kata
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
Terkini
-
Panglima TNI Minta MK Tolak Uji Materiil UU Peradilan Militer, Kuasa Hukum Bilang Begini
-
Presiden Ini Dituding Memuja Mantan Diktator: Publik Kecewa, Mirip Negara Mana ya?
-
RUU Hak Cipta Baka Atur Perlindungan Karya Jurnalistik, Ambil Berita Wajib Izin dan Bayar Royalti
-
Konflik di Timur Tengah, Puan Maharani Dorong Ibadah Haji Tetap Diupayakan dengan Mitigasi Ketat
-
RUU PPRT Melaju, Puan Targetkan Perlindungan ART Berbasis Semangat Kerja Sama
-
Sydney Siaga Campak! Turis yang Baru Kembali dari Indonesia Diduga Jadi Pemicu
-
Soal Revisi UU Pemilu, Puan: Fokus Urusan Rakyat Terlebih Dahulu Sebelum Bicara Politik 2029
-
Intelijen Basi, 2 Serangan Fatal AS dan Israel di Iran Gagal Total Akibat Data Usang
-
Geopolitik Memanas, Status Siaga 1 TNI Belum Punya Batas Waktu
-
Pakar Hukum Pidana: Tak Logis Pertamina Ditekan Satu Orang untuk Sewa Terminal BBM Merak