Suara.com - “Apabila tidak ada penjara Amerika di Irak maka tidak akan ada kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) sekarang.”
Itulah pernyataan dari salah satu anggota senior ISIS, Abu Ahmed. Kelompok yang menguasai sebagian besar wilayah Suriah dan Irak itu lahir di sebuah kam penjara Amerika di Irak.
Di situlah, para narapidana yang sebagian besar adalah anak buah Presiden Irak terguling Saddma Hussein membentuk sebuah kelompok baru. Kam penjara Amerika di Irak itu berada di wilayah Bucca.
Tadinya, lokasi itu adalah sebuah pabrik sebelum dijadikan penjara oleh tentara Amerika yang baru saja berhasil menggulingkan Saddam Hussein. Disekapnya para loyalis Saddam Hussein di tempat yang sama dianggap sebagai sebuah kesempatan yang luar biasa untuk bersatu dan membentuk kelompok baru.
“Bucca adalah sebuah pabrik. Di sana lah kami bersatu dan menyatukan ideology. Kami tidak akan pernah bisa bersatu seperti ini di Baghdad atau tempat lainnya. Di tempat itu, kami aman dan kami hanya berjarak ratusan meter dari pemimpin Al Qaida,” kata Abu Ahmed, salah satu anggota senior ISIS kepada The Guardian.
Ahmed bertemu dengan Abu Bakr al-Baghdadi yang kini menjadi pemimpin ISIS di kam penjara di Bucca. Dia menggambarkan Baghdadi sebagai seseorang yang penyendiri ketika masih di penjara dan dia sangat dihormati oleh tentara Amerika.
“Apabila dia ingin bertemu dengan seseorang di kam lain, dia bisa tetapi kami tidak bisa,” kata Ahmed.
“Baghdadi juga orang yang pendiam. Dia mempunyai kharisma. Anda bisa merasakan bahwa dia adalah orang penting. Tetapi, ketika itu masih ada orang lain yang juga penting. Saya sama sekali tidak menyangka dia bisa sejauh ini (menjadi pemimpin ISIS). (Guardian/IBTimes)
Berita Terkait
-
Ancaman Teror Piala Dunia 2026, ISIS Ancam Serang Stadion dan Paus Leo XIV
-
Sebar Propaganda Lewat Medsos, Densus 88 Tangkap 8 Terduga Teroris Jaringan JAD di Sulteng!
-
Peneror Konser Taylor Swift Menyesal, di Apartemennya Ditemukan Bahan Pembuatan Bom
-
Terinspirasi ISIS, Dua Remaja AS Rencanakan Ledakan Massal, Targetkan Puluhan Korban
-
AS Diteror Mantan Tentaranya Sendiri: Tembaki Kampus, 4 Orang Jadi Korban
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Israel Panik Ketegangan AS-Iran Mereda, Sebut Pejanjian Damai akan Untungkan Hizbullah
-
Wall Street Panik Ditinggal Gen Z? Eks Gubernur New York Dorong Saham AS Mudah Dibeli Warga Global
-
Prabowo Kunker ke Gorontalo Hadiri Puncak PENAS Petani dan Nelayan XVII 2026
-
Implementasi 'Menambang dengan Hati', NHM Sukses Fasilitasi Operasi Jantung Warga Doro di Jakarta
-
Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
-
Polda Jabar Libatkan Ahli Kejiwaan untuk Dalami Kondisi Psikologis Taufik Hidayat
-
Realita Pahit Dunia Kerja: Antrean 2 Km di Malaysia dan Bayang-Bayang PHK di Indonesia
-
Berkat Jejak Transaksi Daring, Pelaku Penyekapan Perempuan di Bandung Ditangkap
-
Segera Hadir, Film Sekolah Rakyat Angkat Kisah Dramatis dari Kehidupan Nyata
-
SDA Terus Dicuri, Prabowo: TNI AL dan Bea Cukai Sudah Dikerahkan, Masih Saja Bocor!