News / Internasional
Jum'at, 12 Desember 2014 | 16:34 WIB
Pemimpin ISIS Abu Bakr Al Bagdadi. (Youtube.com)

Suara.com - “Apabila tidak ada penjara Amerika di Irak maka tidak akan ada kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) sekarang.”

Itulah pernyataan dari salah satu anggota senior ISIS, Abu Ahmed. Kelompok yang menguasai sebagian besar wilayah Suriah dan Irak itu lahir di sebuah kam penjara Amerika di Irak.
Di situlah, para narapidana yang sebagian besar adalah anak buah Presiden Irak terguling Saddma Hussein membentuk sebuah kelompok baru. Kam penjara Amerika di Irak itu berada di wilayah Bucca.

Tadinya, lokasi itu adalah sebuah pabrik sebelum dijadikan penjara oleh tentara Amerika yang baru saja berhasil menggulingkan Saddam Hussein. Disekapnya para loyalis Saddam Hussein di tempat yang sama dianggap sebagai sebuah kesempatan yang luar biasa untuk bersatu dan membentuk kelompok baru.

“Bucca adalah sebuah pabrik. Di sana lah kami bersatu dan menyatukan ideology. Kami tidak akan pernah bisa bersatu seperti ini di Baghdad atau tempat lainnya. Di tempat itu, kami aman dan kami hanya berjarak ratusan meter dari pemimpin Al Qaida,” kata Abu Ahmed, salah satu anggota senior ISIS kepada The Guardian.

Ahmed bertemu dengan Abu Bakr al-Baghdadi yang kini menjadi pemimpin ISIS di kam penjara di Bucca. Dia menggambarkan Baghdadi sebagai seseorang yang penyendiri ketika masih di penjara dan dia sangat dihormati oleh tentara Amerika.

“Apabila dia ingin bertemu dengan seseorang di kam lain, dia bisa tetapi kami tidak bisa,” kata Ahmed.

“Baghdadi juga orang yang pendiam. Dia mempunyai kharisma. Anda bisa merasakan bahwa dia adalah orang penting. Tetapi, ketika itu masih ada orang lain yang juga penting. Saya sama sekali tidak menyangka dia bisa sejauh ini (menjadi pemimpin ISIS). (Guardian/IBTimes)

Load More