Suara.com - Pendudukan teroris di Lindt Cafe, Sydney, membuat suasana kota tersebut mencekam. Pemerintah Australia pun melarang warga sekitar untuk mengunjungi lokasi penyergapan teroris.
Warga Indonesia, yang menetap di Sydney, Yanti Fairgrieve, kepada suara.com, membenarkan adanya larangan tersebut.
Pemerintah, kata Yanti, lewat siaran televisi, dan radio mengimbau warga untuk waspada dan menjauhi lokasi penyergapan teroris.
Bahkan, tambahnya, kebanyakan karyawan kantor yang bekerja di lokasi tersebut diperintahkan untuk segera pulang.
"Pengumuman diinformasikan lewat televisi dan radio, seperti channel 9, ABC Channel, dan 2GB radio 873AM," kata Yanti yang tinggal hanya delapan kilometer dari lokasi penyergapan teroris.
Meski begitu, lanjutnya, warga lokal masih diperbolehkan untuk beraktivitas normal, seperti biasa. "Hanya tidak boleh mendekati tempat kejadian saja," katanya lagi.
"Toko lokal juga masih beroperasi seperti biasa," tuturnya.
Lebih lanjut Yanti mengatakan bahwa wilayah pendudukan teroris merupakan kawasan pusat perkantoran dan bisnis di Sydney.
"Sydney CBD itu kayak Sudirman-Thamrin, kalau di Jakarta. Pusat perkantoran dan belanja. Juga banyak turis," ujarnya.
Seperti diketahui, pagi ini, teroris menyerbu masuk ke dalam Lindt Cafe, dan menyandera sekitar 50 pengunjung plus karyawan tempat tersebut.Perdana Menter Australia Tony Abbott pun mengecam tindakan yang dilakukan para teroris. Dia turut pula meminta seluruh warga Australia berdoa agar para sandera dapat bebas dengan selamat.
Tag
Berita Terkait
-
Ancaman Teror Piala Dunia 2026, ISIS Ancam Serang Stadion dan Paus Leo XIV
-
Sebar Propaganda Lewat Medsos, Densus 88 Tangkap 8 Terduga Teroris Jaringan JAD di Sulteng!
-
Peneror Konser Taylor Swift Menyesal, di Apartemennya Ditemukan Bahan Pembuatan Bom
-
Terinspirasi ISIS, Dua Remaja AS Rencanakan Ledakan Massal, Targetkan Puluhan Korban
-
AS Diteror Mantan Tentaranya Sendiri: Tembaki Kampus, 4 Orang Jadi Korban
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
- 3 HP Murah Samsung Terlaris Global Q1 2026: Mulai Sejutaan, Kamera Sudah OIS
Pilihan
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
-
Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
-
Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
Terkini
-
Siap Bahas Revisi UU Pemilu, Komisi II DPR Bakal Safari Minta Masukan Partai Politik
-
AJI dan PBHI Soroti Batalyon Teritorial Pembangunan: Demokrasi Dipersempit, Pers Terancam Dibungkam
-
Istana Jadwalkan Pelantikan Pimpinan BGN Nanik S Deyang Dkk Pekan Depan
-
Prasetyo Hadi Ungkap Alasan Prabowo Pilih Nanik S Deyang Pimpin BGN
-
Roman Politik di Balik Harlah Pancasila, Kenapa Jokowi Tak Diundang?
-
Konflik Lahan Rumpin vs TNI AU Belum Tuntas, Warga Kembali Mengadu di Aksi Kamisan
-
Said Iqbal Dikabarkan Masuk Kabinet Prabowo, Tinggal Tunggu Pelantikan?
-
KPK Bongkar Transaksi Aneh Anak Buah Silmy Karim: Bayar Rumah Mewah Pakai Kepingan Emas
-
Modus Licin Staf Imigrasi, Pakai Rekening OB dan Cleaning Service Buat Tampung Duit Suap Izin WNA
-
Kejagung Diminta Usut Tuntas Korupsi MBG Dadan Cs dan Dugaan Monopoli Dapur