Suara.com - Pihak Ombudsman RI coba membuat terobosan dengan menjalin kerja sama di bidang penyelesaian pelaporan dengan Mabes Polri. Hal itu sudah dimulai dengan tahap kesepakatan tertulis antara kedua lembaga tersebut. Lebih jauh, kerja sama ini disebut masih dalam bentuk penyusunan pedoman dalam menangani laporan dan pengaduan masyarakat.
"Kami, di bidang penyelesaian laporan, Ombudsman ada MoU dengan Mabes Polri. Ini namanya pedoman kerja, semacam SOP," ungkap Komisioner Ombudsman Bidang Pengaduan/Penyelesaian Laporan, Budi Santoso, di Gedung Ombudsman RI, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (17/12/2014).
Menurut Budi, nota kesepahaman itu akan direalisasikan pada awal tahun depan, di antaranya terkait pelaporan online yang terhubung dengan Mabes Polri. Dengan demikian menurutnya, pihaknya tidak perlu susah-susah lagi untuk menyampaikan laporan menyangkut kinerja atau hal lain terkait Polri dari masyarakat.
"Salah satunya direncanakan nanti mudah-mudahan awal 2015. Kami akan mengusahakan pengelolaan laporan ke sini (Ombudsman) terkoneksi ke Mabes Polri, agar tidak rumit seperti dulu," jelasnya.
Lebih lanjut, Budi mengatakan, dalam kerja sama terkait pelaporan online ini, ada beberapa opsi yang menjadi pilihan. Namun yang jelas, menurutnya strategi ini diharapkan dapat memperpendek proses penanganan laporan di Ombudsman selama ini.
"Kemarin ada beberapa opsi, lewat e-mail, mailing list, atau membuat software. Ini akan membuat komunikasinya semakin cepat dan memangkas waktu," tutupnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Menaker: Pemanfaatan AI Tertinggal, Kemnaker Perkuat Kompetensi Pekerja
-
BPOM Bantah Isu Penolakan Industri di Balik Aturan Label SehatTidak Sehat pada Makanan
-
Usai dari Rusia, Prabowo Temui Macron di Paris: Bahas Alutsista hingga Energi Bersih
-
Militer AS 18 Kali Langgar Wilayah RI Tanpa Maaf, Kini Berpotensi 'Terbang Seenaknya'
-
Pastikan Santunan Bagi Ahli Waris PHL, BPJS Ketenagakerjaan Tegaskan Negara Hadir Lindungi Pekerja
-
Surat Kemlu Bocor: Izin 'Terbang Bebas' Militer AS Berisiko Jadikan Indonesia 'Medan Perang'
-
Terseret Dugaan Kasus Korupsi, Nadiem Makariem Akui Kurang Pahami Budaya Birokrasi
-
Trump Kritik Paus Leo XIV hingga Lecehkan Yesus, Presiden Iran: Gak Bisa Dimaafkan!
-
China Bantah Pasok Senjata untuk Iran, Fitnah Tak Berdasar
-
China Bantah Tuduhan Suplai Senjata ke Iran: Laporan Itu Dibuat-Buat!