Suara.com - Pemerintah Jepang telah mengirim tim untuk melakukan koordinasi guna membantu evakuasi korban pesawat hilang Air Asia QZ8501 di perairan Pangkalan Bun, Provinsi Kalimantan Tengah.
"Pemerintah Jepang tengah mengadakan koordinasi dengan Pemerintah Indonesia mengenai bantuan yang dapat dilakukan atas terjadinya musibah jatuhnya pesawat Air Asia QZ8501," demikian keterangan pers Kantor Kebudayaan dan Informasi Kedutaan Besar Jepang untuk Indonesia di Jakarta, Kamis, (2/1/2014).
Menurut keterangan tersebut, Pemerintah Jepang memutuskan untuk mengirim tim SAR Internasional yang terdiri dari dua kapal Pasukan Bela Diri Jepang yang sedang berlayar di perairan Asia Tenggara dan tiga unit helikopter.
Untuk koordinasi lebih lanjut dengan Pemerintah Indonesia, pihak Jepang mengutus lima orang yang terdiri dari wakil Kementerian Luar Negeri Jepang, Kementerian Pertahanan Jepang dan JICA yang berangkat pada Rabu (31/12/2014).
Kegiatan operasional dan masa tugas Tim SAR Internasional akan dikoordinasikan dengan Pemerintah Indonesia berdasarkan hasil koordinasi dan kemajuan proses pencarian dan evakuasi di lapangan.
Pesawat Air Asia QZ8501 dinyatakan hilang sejak Minggu pagi (28/12/2014) di sekitar perairan Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Tim SAR Indonesia telah menemukan sejumlah jenazah dan benda yang berasal dari Air Asia QZ8501 dengan kode registrasi PK-AXC di sekitar perairan tersebut pada Selasa (30/12/2014). (Antara)
Berita Terkait
-
AirAsia Optimalkan Rute Favorit di Tengah Gejolak Harga Avtur Global
-
Pasar Pengalaman Wisata Diproyeksi Tembus 342 Miliar Dolar, Atraksi Jadi Daya Tarik Baru Traveler
-
Tren Liburan 2025: Dari Lonjakan Pemesanan Hotel hingga Peran Teknologi Booking Cerdas
-
Daftar Maskapai RI yang Pakai Airbus A320
-
Gen Z Malaysia Jatuh Cinta pada Indonesia: Rahasia Promosi Wisata yang Tak Terduga!
Terpopuler
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 6 HP Realme Kamera Bagus dan RAM Besar, Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan
- Cushion Apa yang Tahan 12 Jam Tanpa Luntur? Ini 4 Pilihan Terbaiknya
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Siti Nurhaliza Alami Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
Terkini
-
Langit RI Bocor? Menelusuri Celah Hukum Akses Pesawat Militer AS
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Jangan Cuma Jago Kandang, Pramono Anung Tantang BUMD DKI Ekspansi ke Pasar Global
-
Perjuangkan Kesetaraan di Senayan, Ledia Hanifa Amaliah Digelari Legislator Peduli Disabilitas
-
LPSK Lindungi 20 Korban Pelecehan FH UI dari Potensi Intimidasi hingga Pelaporan Balik
-
Kasus Hery Susanto Jadi Alarm, Pakar Dorong Pembentukan Dewan Pengawas Ombudsman
-
wondr Kemala Run 2026 Dorong Aksi Donasi, Peserta Diajak Berlari Sambil Berbagi
-
Bikin Macet Parah! Satpol PP Jatinegara Tertibkan 43 PKL Ular hingga Anjing di Balimester
-
Rekrutmen 30 Ribu Manajer Kopdes Dinilai Dongkrak Konsumsi Desa, tapi Simpan Risiko Besar
-
Getol Perkuat Diplomasi Antar-Parlemen, Ravindra Airlangga Sabet KWP Award 2026