Suara.com - Tujuh personel yang tergabung dalam satu Tim Disaster Victim Identification Singapura membantu proses identifikasi korban AirAsia QZ8501 di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim di Surabaya.
"Meski membantu, tapi tetap dibawa kendali Tim DVI Indonesia," kata Ketua komite DVI Nasional Brigadir Jenderal Polisi Arthur Tampi kepada wartawan di Surabaya, Minggu (4/1/2015).
Ke tujuh personel DVI asal Singapura tersebut menambah kekuatan 160 personel Tim DVI asal Indonesia saat ini.
Ia menjelaskan, ke tujuh personel dalam satu tim itu rinciannya lima personel ahli sidik jari, dan masing-masing satu personel ahli gigi serta ahli patologi forensik.
Dengan bergabungnya Tim DVI asal negara lain, diharapkan proses identifikasi terhadap 24 jenazah yang belum dikenali identitasnya mampu berjalan baik dan segera diketahui hasilnya.
"Dengan jumlah tambahan ini diharapkan proses identifikasi cepat selesai dan jenazah bisa segera diserahkan ke pihak keluarga,"katanya.
Sementara itu, pada proses identifikasi hari ini masih dilakukan terhadap 10 jenazah di RS Bhayangkara, namun hasilnya belum bisa dipastikan karena masih membutuhkan tambahan data lainnya.
"Hari ini pemeriksaan terhadap jenazah yang didatangkan kemarin, termasuk dua jenazah sebelumnya yang hasilnya negatif," katanya.
Sementara itu, perwira tinggi dengan pangkat satu bintang di pundak tersebut mengakui kondisi jenazah yang diterima sudah dalam keadaan membusuk.
Menurut dia, jika dilihat visual tidak mungkin bisa dikenali, namun pihaknya mengaku tetap mengidentifikasi pada data primer dan sekunder, yaitu tiga primer dan dua sekunder. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
AirAsia Optimalkan Rute Favorit di Tengah Gejolak Harga Avtur Global
-
Pasar Pengalaman Wisata Diproyeksi Tembus 342 Miliar Dolar, Atraksi Jadi Daya Tarik Baru Traveler
-
Tren Liburan 2025: Dari Lonjakan Pemesanan Hotel hingga Peran Teknologi Booking Cerdas
-
Daftar Maskapai RI yang Pakai Airbus A320
-
Gen Z Malaysia Jatuh Cinta pada Indonesia: Rahasia Promosi Wisata yang Tak Terduga!
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
Menkes Pastikan Risiko Ebola di Indonesia Rendah, Penularannya Tak Semudah Covid-19
-
Menkes Bingung Harga Obat di RI 2-6 Kali Lebih Mahal dari Harga Pasar Global: Kita Harus Negosiasi
-
Respons PDIP Soal Keakraban Prabowo dan Megawati: Biasa Saja, Sudah Bersahabat Lama
-
Papua Barat Punya Sekolah Berbasis Konservasi Pertama di Indonesia, Apa Beda dengan Sekolah Biasa?
-
Suasana PN Jaksel Riuh! Gugatan Praperadilan Dikabulkan, Kasus Air Keras Andrie Yunus Berlanjut
-
Nadiem Makarim: Chromebook Bikin Negara Hemat Triliunan, Mengapa Saya yang Dituntut?
-
Fenomena Mas Bahlil Ganteng, Kala Kritik di Media Sosial Berbalik Jadi Keuntungan Politik
-
Gelar Pasar Murah Iduladha, Disperindag Jabar Sediakan Kebutuhan Pokok Harga Terjangkau
-
Mimpi Buruk yang Nyata, Nadiem Ceritakan Malam-Malam Terberat di Balik Jeruji
-
Pleidoi 1.400 Halaman Siap Dibacakan, Nadiem: Bagi Orang Jujur, Mudah Menuturkan Kejujuran