Suara.com - Proses evakuasi korban dan serpihan pesawat AirAsia QZ8501 yang hilang sejak Minggu (28/12/2014) pagi dan akhirnya ditemukan jatuh ke laut, tampaknya kadang tidak berjalan dengan koordinasi yang baik antara sesama tim. Hal itu antara lain dialami sendiri oleh wartawan Suara.com, saat mengikuti pencarian hari ke-7 dan 8 di atas kapal KN SAR Purworejo 101.
Berangkat pada Sabtu (3/1/2015) pukul 09.00 WIB dari Pelabuhan Panglima Utar Kumai, Kalimantan Tengah (Kalteng), kapal yang dipimpin kapten Adil Triyanto ini tiba di lokasi pencarian sekitar pukul 18.50 WIB, tempat di mana dugaan badan pesawat AirAsia berada di bawah permukaan laut. Lokasi tepatnya saat itu adalah di posisi 03 derajat 55 menit 27 detik LS dan 110 derajat 31 menit 31 detik BE, di perairan Laut Jawa.
Hanya saja saat itu, begitu sampai di titik lokasi, terlihat nyatanya sudah ada beberapa kapal lain yang lebih dahulu berada di sana. Kapal-kapal itu antara lain adalah kapal MGS Geo Survey dan Chresonyx Basarnas, serta KRI Banda Aceh.
"Kita harus maju lagi sedikit, karena katanya mengganggu pencarian kapal MGS Geo Survey yang sudah menurunkan ROV," ucap bagian informasi kapal KN SAR 101 Purworejo, Aris Purwanto, saat itu di atas kapal.
Mengikuti instruksi dari kapal MGS Geo Survey itulah, akhirnya kapal KN SAR 101 maju sedikit, sebelum lantas melempar jangkar dan bermalam di tengah laut.
Pada Sabtu (4/1) paginya, kapal KN Purworejo 101 pun langsung melakukan koordinasi dengan KRI Banda Aceh untuk melakukan persiapan penyelaman. Sekitar pukul 10.20 WIB, Aris pun sudah memerintahkan penyelam Basarnas Special Group (BSG) untuk mempersiapkan diri merapat ke KRI Banda Aceh, guna memudahkan koordinasi penyelaman.
"Diberitahukan buat penyelam BSG, mohon mempersiapkan, untuk mendekat ke KRI Banda Aceh," ucap Aris di atas kapal KN Purworejo.
Sekitar pukul 10.30 WIB saat itu, dua orang penyelam dari BSG pun akhirnya sudah dikirim dari kapal KN Purworejo 101 menuju KRI Banda Aceh, menggunakan speedboat dengan tiga orang kru. Jarak antara KRI Banda Aceh dan KN Purworejo sendiri sekitar 300 meter, sehingga sekitar pukul 10.50 WIB, kedua penyelam sudah sampai di KRI Banda Aceh dan masuk melalui tangga dari lambung sebelah kanan kapal.
Tak lama, sekitar pukul 11.00 WIB, speedboat telah kembali ke kapal KN 101 untuk kembali mengambil dua orang penyelam BSG, yang selanjutnya dibawa lagi ke KRI Banda Aceh.
Koordinasi yang tidak tepat itu ternyata kembali terlihat. Pasalnya, sekitar pukul 13.00 WIB, keempat penyelam dari BSG nyatanya harus dijemput lagi dari KRI Banda Aceh menggunakan speedboat, untuk kembali ke kapal KN SAR Purworejo 101.
"Keempat penyelam dari BSG sudah diambil lagi. Katanya KRI Banda Aceh ingin ke Semarang untuk mengisi bahan bakar dan logistik," ucap Aris.
"Lagipula dia (penyelam BSG) kasihan juga kalau masih di sana (KRI Banda Aceh), karena nggak bawa baju ganti juga kan," tambahnya.
Berita Terkait
-
Salat Jenazah Try Sutrisno Digelar di Masjid Agung Sunda Kelapa, Bahlil dan Prasetyo Hadi Hadir
-
Belum Teridentifikasi, 10 Jenazah Korban Longsor Cisarua Dimakamkan Secara Massal
-
Liburan Keluarga Berakhir Pilu, Bocah Indonesia Ditabrak Mati di Singapura
-
Viral Pengakuan Dokter Soal Jenazah ODGJ yang Dijual Buat Praktikum Mahasiswa Kedokteran
-
Adu Cepat Lawan Maut: Basarnas Terjang 'Bubur Pasir' Cari Puluhan Korban Longsor Cisarua
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
- Promo Indomaret 26 Februari Sampai 1 Maret 2026, Diskon Besar Minyak Goreng dan Pampers
- PERANG DIMULAI: Amerika dan Israel Serang Ibu Kota Iran
Pilihan
-
Percakapan Terakhir Ali Khamenei Sebelum Dibom Israel-AS Terungkap: Menolak Masuk Bunker
-
Ahok Adu Mulut dengan Pengacara Kasus LNG, Hakim Sampai Harus Turun Tangan
-
Kabar Duka, Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno Meninggal Dunia di RSPAD Pagi Ini
-
Terungkap! Begini Cara CIA Melacak dan Mengetahui Posisi Ayatollah Ali Khamenei
-
Iran Klaim Hantam Kapal Induk USS Abraham Lincoln Pakai 4 Rudal, 3 Tentara AS Tewas
Terkini
-
Wilayah Udara Timur Tengah Ditutup, Ditjen Imigrasi Berlakukan Izin Tinggal Terpaksa untuk WNA
-
Alarm Merah! 75 Ribu Pelajar di Bandung Terindikasi Gangguan Mental
-
Iran Tegaskan Tak Ada Negosiasi, Harap Negara Sahabat Kutuk Serangan AS
-
Percakapan Terakhir Ali Khamenei Sebelum Dibom Israel-AS Terungkap: Menolak Masuk Bunker
-
Guncang Dunia! AS-Israel Bombardir Lebih 2.000 Lokasi di Iran
-
MK Putuskan Penyakit Kronis Masuk Kategori Disabilitas, Kabar Baik Bagi Pejuang Autoimun dan Saraf
-
Bareskrim Bongkar Rantai Bandar Narkoba Ko Erwin: Charlie dan Arfan Dicokok, The Doctor Diburu
-
Dipanggil KPK untuk Kasus DJKA, Eks Menhub Budi Karya Absen Alasan Sakit
-
Dubes Iran Respons Niat Prabowo Jadi Juru Damai, Begini Katanya
-
Jelang Idul Fitri 2026, Satgas Pangan Tindak 350 Pelanggaran dan Proses 4 Perkara Hukum