Suara.com - Kabupaten Karawang dikenal sebagai daerah lumbung padi. Posisi ini penting untuk menjaga ketahanan pangan nasional sekaligus mewujudkan target pemerintahan Presiden Joko Widodo agar Indonesia bisa swasembada pangan dalam tiga tahun ke depan.
Karena itu, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Marwan Jafar, meminta agar Pemerintah Kabupaten Karawang menghindari konversi lahan tani menjadi daerah Industri.
"Karawang ini penting dalam menopang ketahanan pangan nasional. Cegah. terjadinya konversi lahan tani. Ini untuk mewujudkan target Presiden Jokowi agar tiga tahun ke depan, Indonesia bisa swasembada pangan," ujar Marwan di sela-sela blusukan ke Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Rabu (21\1/2015).
Marwan mengatakan ada 40 ribu hektar sawah teknis, dan 87 ribu hektar sawah non teknis di wilayah Karawang, yang membuat kabupaten ini surplus beras. Jumlah tersebut harus dijaga dan tidak dikonversi untuk mendukung ketahanan pangan nasional.
"Pemerintah kabupaten jangan sembarangan bikin izin ke perusahaan. Bappeda Karawang juga harus buat tata ruang yang komprehensif agar lahan tani tidak menyusut," kata Menteri Desa didampingi Plt Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana, sebelum berdialog dengan 60 kepala desa se-Karawang di Kantor Kepala Desa Duren, Kecamatan Klari, Karawang.
Sebelum berdialog dengan kepala desa, Marwan juga blusukan ke Pasar Kosambi, Klari. Kemudian menghadiri penyerahan CSR dari PT Chang Shin kepada warga Desa Gintung Kerta.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
Terkini
-
Resmi! Kejagung Tolak Permohonan Justice Collaborator Sony Sonjaya: Dia Pelaku Utama
-
Jejak Kelam Taufik Hidayat: Mantan Istri Juga Pernah Disiksa, Polisi Duga Masih Ada Korban Lain
-
Jakarta Rayakan HUT ke-499 dengan Komitmen Mengutamakan Kualitas Hidup Penduduk
-
Menkes Budi Ungkap Faktor Utama Masyarakat Masih Anti Vaksin: Takut Demam, Kurang Literasi
-
KPK Cecar Presiden Borneo FC Nabil Husein Soal Aliran Uang Batu Bara Rita Widyasari
-
Kejagung Sita Lamborghini hingga Kantor di Kasus Korupsi Izin Tambang Bauksit Kalbar
-
Penyekap Wanita di Bandung Buron, Polisi Didesak Kerahkan Kemampuan Terbaik TangkapTaufik Hidayat
-
Bukan Hukuman Ringan, Nadiem Makarim Berharap Bisa Bebas dalam Putusan Hakim
-
Wamendikdasmen Akan Cek Dugaan Pelibatan Siswa dalam Aksi Dukung MBG di Batam
-
Pengurus BEM Fakultas UBK yang Tampung Suap Rp20 Juta Terancam Sanksi Akademik