Suara.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memprakirakan kondisi tinggi gelombang di perairan Lampung mulai Minggu hingga Senin (26/1/2015) pagi akan mencapai ketinggian maksimum 2,5 meter.
Menurut BMKG, seperti disampaikan Neneng Kusrini S.P., prakirawan Stasiun Meteorologi Maritim Klas IV Lampung, di Bandarlampung, Minggu, tidak ada peringatan cuaca buruk di perairan Lampung hingga Senin pagi. Keadaan cuaca diperkirakan hujan di seluruh wilayah pelayanan perairan Lampung.
Angin di atas wilayah perairan Indonesia, di utara Khatulistiwa umumnya bertiup dari utara sampai timur laut, sementara di selatan Khatulistiwa umumnya bertiup dari arah barat sampai utara dengan kecepatan angin berkisar antara 3 knot dan 28 knot.
Neneng menyampaikan prakiraan cuaca dan kondisi gelombang laut berlaku 24 jam dari 25 Januari pukul 07.00 WIB sampai dengan 26 Januari 2015 pukul 07.00 WIB menunjukkan di perairan Selat Sunda bagian utara (Merak-Bakauheni), arah angin barat-barat laut dengan kecepatan 5-10 knot, hujan, tinggi gelombang 0,75-1,25 meter, dan prakiraan tinggi gelombang maksimum 1,5-2 meter.
Di perairan Selat Sunda bagian selatan, arah angin barat-barat laut dengan kecepatan 5--10 knot, hujan, tinggi gelombang 0,75--1,25 meter, dan prakiraan tinggi gelombang maksimum 1,5-2 meter.
Kondisi cuaca di perairan Pantai Timur Lampung, arah angin barat laut-utara dengan kecepatan 10-15 knot, hujan, tinggi gelombang 0,75-1,25 meter, dan prakiraan tinggi gelombang maksimum 1,25-2 meter.
Perairan Pantai Barat Lampung, arah angin barat-barat laut dengan kecepatan 5-10 knot, hujan, tinggi gelombang 0,75-1,25 meter, dan prakiraan tinggi gelombang maksimum 1,5-2,5 meter.
Sementara itu, cuaca di Samudra Hindia barat Lampung, arah angin barat-barat laut dengan kecepatan 5-15 knot, hujan, tinggi gelombang 0,75-1,25 meter, dan prakiraan tinggi gelombang maksimum 2-2,5 meter.
Neneng menyebutkan pula prakiraan kondisi pasang surut air laut, yaitu di Pelabuhan Panjang Bandarlampung dan sekitarnya, minimum 0,2 meter terjadi pada pukul 04.00-05.00 WIB, dan maksimum 1,4 meter terjadi pada pukul 11.00 dan 23.00 WIB.
Pasang surut air laut di Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan dan sekitarnya minimum 0,3 meter terjadi pada pukul 04.00--05.00 WIB dan 16.00--19.00 WIB. (Antara)
Terpopuler
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- 5 Sunscreen untuk Hilangkan Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan, RAM 6 GB Performa Jempolan
- 5 Sepatu Skechers Paling Nyaman untuk Jalan Kaki, Cocok Dipakai Lansia
- Purbaya Temukan Uang Ribuan Triliun Milik Jokowi di China? Kemenkeu Ungkap Fakta Ini
Pilihan
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
Terkini
-
Bupati Bogor Tak Mau Tutup Mata, Rudy Susmanto Janji Telusuri Kabar Korban Jiwa di Pongkor
-
Balik Kampung Bangun Masjid Rp1 Miliar, Haji Suryo Siapkan 3.000 Loker di Lampung Timur
-
Misteri Asap di Nanggung: Video Evakuasi Viral Disebut Hoaks, Tapi Isu Korban Jiwa Terus Menguat
-
Bukan Sekadar Elektoral, Legislator Gerindra Sebut Era Prabowo Sebagai Fase Koreksi Sejarah
-
JATAM Ungkap 551 Izin Industri Ekstraktif Kepung Sumatra, Masuk Kawasan Rawan Bencana
-
Mobil Listrik Terbakar Hebat di Tol Lingkar Luar, Penyebabnya Diduga Korsleting
-
Mayat Pria Tanpa Identitas dengan Luka Lebam Mengapung di Kali Ciliwung, Korban Pembunuhan?
-
Presiden Prabowo Dukung Penuh Sasakawa Foundation Berantas Kusta di Indonesia
-
MBG Selama Ramadan Dianggap Penting Agar Nutrisi Anak Tetap Terpenuhi
-
Jejak Berdarah Pembunuh Sadis Rumania Berakhir di Bali, Diciduk Tim Gabungan di Kerobokan